Jakarta, Semangatnews.com – Ruben Onsu mengungkapkan perasaannya setelah kembali bertemu dengan kedua putrinya, Thalia dan Thania. Presenter tersebut mengaku bersyukur dapat bertemu sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah, namun ia juga menyadari adanya perubahan sikap dari Thania yang sebelumnya sangat dekat dengannya.
Menurut Ruben, Thania merupakan anak yang sejak kecil memiliki ikatan emosional sangat kuat dengannya. Karena itu, perubahan sikap yang ia rasakan menjadi perhatian tersendiri dan membuatnya ingin segera memperbaiki komunikasi dengan sang putri.
Ia menjelaskan bahwa solusi terbaik menurutnya adalah bertemu secara langsung hanya bertiga bersama Thalia dan Thania. Ruben menilai suasana yang tenang tanpa kehadiran media maupun orang lain akan membuat anak-anak lebih nyaman menyampaikan perasaan mereka.
Ruben juga menyampaikan apresiasinya kepada Sarwendah atas kejutan pertemuan di bandara. Ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa kedua putrinya akan datang untuk melepas keberangkatannya menuju Tanah Suci.
Pertemuan singkat tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Ruben. Meski berlangsung dalam waktu terbatas, ia merasa kehadiran kedua putrinya menjadi penyemangat sebelum menjalankan ibadah umrah.
Di tengah upayanya membangun kembali hubungan dengan anak-anak, Ruben kini juga tengah menjalani proses hukum terkait gugatan hak asuh. Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli dan akan dilakukan secara tertutup.
Kuasa hukum Ruben menyebut jalur pengadilan dipilih untuk memperoleh kepastian hukum mengenai hak bertemu dan pengasuhan anak, termasuk melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pengadilan.
Sementara itu, pihak Sarwendah menyatakan siap menghadapi seluruh proses persidangan. Tim kuasa hukumnya menyebut akan menghadirkan berbagai bukti yang selama ini belum disampaikan kepada publik sebagai bagian dari pembelaan di pengadilan.
Meski demikian, Ruben menegaskan bahwa persoalan hukum tidak mengubah rasa sayangnya kepada kedua putrinya. Ia berharap komunikasi keluarga tetap dapat terjalin dengan baik demi kepentingan dan masa depan anak-anak.
Pengamat menilai komunikasi yang baik antara kedua orang tua akan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi psikologis anak selama proses hukum berlangsung. Oleh karena itu, setiap langkah yang mengedepankan kepentingan anak dinilai patut diapresiasi.
Ruben berharap kesempatan untuk berbicara langsung dengan Thalia dan Thania dapat segera terwujud. Ia meyakini kedekatan yang pernah terbangun selama bertahun-tahun masih bisa dipulihkan melalui komunikasi yang tulus dan penuh kasih sayang.(*)

