Rudal Raksasa Sejjil Menghantam Israel, Iran Luncurkan Serangan Balistik 23 Ton

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan rudal balistik berat jenis Sejjil ke wilayah Israel. Serangan tersebut menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutunya di kawasan.

Peluncuran rudal dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai bagian dari operasi militer balasan terhadap serangan yang sebelumnya dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap target di Iran.

Rekaman yang dirilis media Iran menunjukkan detik-detik rudal diluncurkan dari peluncur darat sebelum meluncur menuju target di Israel. Rudal itu kemudian dilaporkan menghantam beberapa titik strategis setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer.

Rudal Sejjil sendiri dikenal sebagai salah satu senjata strategis Iran yang paling kuat. Rudal balistik berbahan bakar padat ini memiliki bobot lebih dari 23 ton dan dirancang untuk menjangkau target hingga sekitar 2.000 kilometer.

Penggunaan Sejjil dalam konflik ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Iran mengerahkan rudal tersebut secara langsung dalam perang yang sedang berlangsung melawan Israel.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari gelombang operasi militer Iran yang terus meningkat sejak pecahnya konflik besar di kawasan pada akhir Februari 2026. Sejak saat itu, ratusan rudal dan drone telah diluncurkan ke arah Israel.

Militer Israel sendiri mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan tersebut. Sirene peringatan udara terdengar di sejumlah wilayah dan warga diminta segera mencari perlindungan di bunker.

Meski banyak rudal berhasil dicegat, beberapa di antaranya dilaporkan tetap mencapai wilayah Israel dan memicu ledakan di sejumlah lokasi. Dampak kerusakan masih terus dievaluasi oleh otoritas setempat.

Konflik Iran dan Israel sendiri semakin memanas setelah operasi militer gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas strategis Iran pada akhir Februari 2026.

Serangan balasan Iran kemudian datang dalam bentuk gelombang rudal balistik dan drone yang menargetkan kota serta fasilitas militer di Israel.

Situasi ini membuat komunitas internasional semakin khawatir terhadap kemungkinan meluasnya konflik menjadi perang besar di kawasan Timur Tengah jika eskalasi militer terus berlanjut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.