Jakarta, Semangatnews.com – Pemandangan berbeda terlihat di sebuah kawasan perumahan di Sydney, Australia. Di tengah deretan rumah modern, properti milik keluarga Zammit masih bertahan dengan lahan luas yang membuatnya tampak mencolok dibandingkan hunian di sekelilingnya.
Keberadaan rumah tersebut menarik perhatian karena pemiliknya menolak tawaran pengembang yang nilainya mencapai 60 juta dolar Australia, atau sekitar Rp 764 miliar. Tanah seluas dua hektare itu menjadi incaran ketika kawasan di sekitarnya dikembangkan menjadi kompleks perumahan.
Keluarga Zammit telah menempati properti tersebut selama sekitar 16 tahun. Saat pertama kali pindah, lingkungan sekitar masih berupa hamparan tanah terbuka dengan jumlah bangunan yang jauh lebih sedikit daripada sekarang.
Perubahan kawasan berlangsung seiring pembangunan perumahan baru. Lahan yang dahulu terbuka perlahan dipenuhi bangunan modern, hingga rumah keluarga Zammit akhirnya terlihat seperti berdiri sendiri di tengah kompleks yang berkembang pesat.
Pengembang disebut telah beberapa kali menghubungi keluarga tersebut untuk membicarakan pembelian tanah. Namun, meski ada penawaran bernilai ratusan miliar rupiah, keluarga itu tetap memilih mempertahankan tempat tinggalnya.
Keluarga Zammit tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan mereka menolak tawaran tersebut. Sang ibu hanya menyinggung perbedaan suasana lingkungan saat ini dibandingkan ketika mereka pertama kali datang ke kawasan itu.
Properti tersebut memiliki luas sekitar 20.000 meter persegi. Bangunan rumahnya terdiri dari dua lantai dan menampilkan gaya Mediterania melalui fasad merah bata serta atap berwarna gelap.
Rumah itu diperkirakan memiliki lebih dari lima kamar tidur. Selain bangunan utama, terdapat gudang di bagian belakang, sedangkan sebagian besar lahan di sekitarnya berupa halaman terbuka dengan hamparan rumput.
Luas properti juga tercermin dari panjang jalan menuju rumah yang mencapai sekitar 200 meter. Pagar besi yang mengelilingi wilayah tersebut disebut membentang hingga kurang lebih 750 meter.
Merawat halaman yang sangat luas tentu membutuhkan waktu. Rumput di kawasan itu dikabarkan memerlukan sekitar dua setengah jam untuk dipangkas, dan pekerjaan tersebut biasanya dilakukan oleh putra bungsu keluarga.
Walaupun berada di tengah kawasan hunian modern dan menerima tawaran pembelian bernilai fantastis, rumah keluarga Zammit tetap dipertahankan. Kisah ini menjadi gambaran menarik tentang perubahan tata ruang perkotaan, ketika perkembangan perumahan di sekelilingnya tidak serta-merta membuat pemilik lahan lama bersedia menjual propertinya.(*)

