Sampah Tangsel Kembali Masuk Serang, Pemkot Klaim Sudah Perbaiki Tata Kelola

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Serang kembali menerima kiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan setelah sempat menghentikan sementara kerja sama pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh menyusul penolakan warga yang muncul beberapa waktu lalu.

Pengiriman sampah kembali dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Serang menyebut penghentian sebelumnya dimanfaatkan untuk mengevaluasi aspek teknis, lingkungan, dan sosial agar kerja sama antar daerah tersebut dapat berjalan lebih tertib dan minim dampak bagi masyarakat sekitar TPAS.

Penolakan warga sebelumnya dipicu oleh keluhan bau menyengat yang berasal dari air lindi pada bak pengangkut sampah. Selain itu, kondisi sejumlah truk yang dinilai tidak layak juga menjadi sorotan karena dianggap berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang menyatakan telah meminta pihak pengirim untuk memperbaiki standar pengangkutan sampah. Pembenahan dilakukan mulai dari penutupan bak truk, perbaikan sistem pengelolaan air lindi, hingga pengawasan ketat terhadap jadwal dan jalur pengiriman.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa evaluasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan warga. Aspirasi masyarakat diklaim menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan untuk melanjutkan kembali penerimaan sampah dari luar daerah.

Selain perbaikan teknis, pengawasan lapangan juga diperketat. Aparat dan petugas kebersihan dikerahkan untuk memastikan sampah yang masuk ke TPAS Cilowong sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam kerja sama antar pemerintah daerah.

Pemkot Serang menilai kerja sama ini masih diperlukan mengingat keterbatasan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah perkotaan. Kota Tangerang Selatan sendiri tengah menghadapi tekanan volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Meski demikian, pemerintah menyadari isu sampah merupakan persoalan sensitif yang bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dengan warga sekitar TPAS disebut akan terus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.

Pengamat lingkungan menilai keputusan melanjutkan kerja sama ini harus dibarengi dengan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan. Mereka mengingatkan agar kepentingan jangka pendek tidak mengorbankan kesehatan dan kenyamanan warga setempat.

Pemerintah Kota Serang juga menegaskan bahwa sampah yang diterima merupakan sampah baru dan bukan timbunan lama. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penumpukan berlebih yang dapat memperparah kondisi TPAS.

Ke depan, Pemkot Serang berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui peningkatan fasilitas dan pemanfaatan teknologi. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembuangan lintas daerah.

Dengan kembali dibukanya penerimaan sampah dari Tangerang Selatan, pemerintah berharap kerja sama ini dapat menjadi solusi sementara yang tetap mengedepankan kepentingan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.