Jakarta, Semangatnews.com – Samsung kembali menghadirkan inovasi baru di sektor perangkat wearable kesehatan. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu mengklaim Galaxy Watch kini mampu mendeteksi risiko pingsan lebih dini dengan tingkat akurasi mencapai 84 persen.
Teknologi tersebut dikembangkan melalui fitur pemantauan kesehatan berbasis sensor optik dan kecerdasan buatan yang tertanam di smartwatch terbaru Samsung. Sistem itu dirancang untuk membaca perubahan biologis tubuh secara real time sebelum seseorang kehilangan kesadaran.
Samsung menjelaskan fitur tersebut bekerja dengan memantau tekanan darah, detak jantung, oksigen dalam darah, hingga perubahan aliran darah tertentu yang kerap muncul sebelum seseorang mengalami sinkop atau pingsan.
Dalam pengujian internal, sistem AI Galaxy Watch disebut mampu mengenali pola biologis pengguna yang berpotensi memicu kehilangan kesadaran mendadak. Ketika risiko terdeteksi, perangkat akan langsung memberikan notifikasi peringatan kepada pengguna.
Samsung menyebut fitur ini sangat berguna bagi pengguna dengan riwayat tekanan darah rendah, gangguan jantung, kelelahan ekstrem, hingga masalah sirkulasi darah. Deteksi dini dinilai dapat membantu pengguna segera mencari posisi aman sebelum pingsan terjadi.
Selain memberikan peringatan visual, Galaxy Watch juga dapat mengaktifkan getaran otomatis ketika mendeteksi kondisi berbahaya. Sistem tersebut diharapkan membantu pengguna tetap waspada terutama saat berkendara, bekerja, atau berolahraga.
Samsung mengembangkan fitur kesehatan tersebut bekerja sama dengan sejumlah lembaga medis dan peneliti kesehatan digital. Data biologis yang dikumpulkan selama pengujian digunakan untuk melatih sistem AI agar mampu membaca pola kondisi tubuh manusia secara lebih akurat.
Perusahaan juga menegaskan fitur ini bukan pengganti diagnosis dokter. Galaxy Watch hanya berfungsi sebagai alat pemantauan kesehatan tambahan untuk membantu pengguna lebih sadar terhadap kondisi tubuh mereka sehari-hari.
Dalam beberapa tahun terakhir, smartwatch memang berkembang menjadi perangkat kesehatan pribadi dengan kemampuan semakin canggih. Selain menghitung langkah kaki dan detak jantung, perangkat wearable kini mampu memantau kualitas tidur, stres, hingga tanda-tanda penyakit tertentu.
Samsung menjadi salah satu perusahaan yang agresif mengembangkan teknologi kesehatan digital pada lini Galaxy Watch. Mereka terus menambahkan fitur berbasis AI demi menjadikan smartwatch sebagai asisten kesehatan harian pengguna.
Klaim kemampuan mendeteksi risiko pingsan dengan akurasi tinggi ini diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Galaxy Watch di pasar wearable global. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan arah perkembangan smartwatch yang kini semakin fokus pada aspek kesehatan preventif dan keselamatan pengguna.(*)

