Sejarah Hari Dharma Wanita dan Tujuan Pembentukan Organisasi di Era Reformasi

oleh -
foto: prokopim.bengkaliskab.go.id

SEMANGATNEWS.COM – Pada Setiap tanggal 5 Agustus, Indonesia memperingati Hari Dharma Wanita Persatuan.

Pada awalnya, peringatan hari Dharma Wanita Persatuan yang berawal pada tangal 5 Agustus 1974.

Waktu dimana organisasi para Isteri Pegawai Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Orde Baru itu dibentuk dengan nama Dharma Wanita.

Baca juga: Twibbon Hari Dharma Wanita 2021, Bingkai Foto Ucapan Selamat Pilihan di Twibbonize.com

Sejarah Dharma Wanita

Melansir laman dharmawanitapersatuan.id, sejarah Dharma Wanita Persatuan berawal pada 5 Agustus 1974 .

Organisasi ini didirikan oleh Ketua Dewan Pembina KORPRI saat itu, Amir Machmud, atas prakarsa Ibu Tien Soeharto sebagai Ibu Negara. Pada waktu itu Dharma Wanita beranggotakan para Istri Pegawai Republik Indonesia, Anggota ABRI yang dikaryakan dan Pegawai BUMN.

Baca Juga:  Bantuan Set Top Box Gratis dari Pemerintah Untuk Tangkap Siaran Digital

Dharma Wanita di Era Reformasi

Pada era Reformasi tahun 1998, organisasi wanita ini melakukan perubahan mendasar, tidak ada lagi muatan politik dari Pemerintah. Dharma Wanita menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang netral dari politik, Independen dan Demokrasi

Nama Dharma Wanita kemudian berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan, penambahan kata “Persatuan” disesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional dibawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Perubahan organisasi ini tidak terbatas pada penambahan kata Persatuan namun juga berubah menjadi organisasi yang mandiri dan Demokrasi.

Baca Juga:  Logo Hari Pahlawan 2021, Download Font hingga File Format PNG, JPG, CDR, AI dan SVG untuk Keperluan Desain

Nama Dharma Wanita kemudian berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan, penambahan kata “Persatuan” disesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional dibawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Perubahan organisasi ini tidak terbatas pada penambahan kata Persatuan namun juga berubah menjadi organisasi yang mandiri dan Demokrasi.

Dharma Wanita Sebagai Organisasi Masyarakat

Pada Munas Luar Biasa (Munaslub) Dharma Wanita yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 7 Desember 1999, seluruh rancangan Anggaran Dasar disahkan dan menetapkan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan terpilih, Ny. Dr. Nila F. Moeloek. Pokok-pokok perubahan organisasi Dharma Wanita yang ditetapkan pada Munaslub antara lain :

  • Nama organisasi   berubah   menjadi   Dharma   Wanita Persatuan;
  • Istilah Istri Pegawai Republik Indonesia diganti menjadi Istri Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia;
  • Penegasan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dibidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya
  • Penegasan sebagai organisasi non politik;
  • Penerapan demokrasi dalam organisasi dalam organisasi (Ketua Umum dan Ketua pada Unsur Pelaksana dipilih secara Demokrasi).
Baca Juga:  Kumpulan Quotes, Caption IG & Status Tentang Pahlawan | Hari Pahlawan 10 November 2021

Tujuan Pembentukan Dharma Wanita

Sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) perempuan terbesar di Indonesia, sudah selayaknya Dharma Wanita Persatuan memiliki Standing Position dan mengambil peran strategis dalam konstalasi pembangunan nasional, sebagaimana ormas lainnya

No More Posts Available.

No more pages to load.