Oleh Khairil Anwar
Pada tahun 1295 M, dilakukan upacara perkawinan “Brahma Dewa” dengan “Dara Jingga” di pusat Kerajaan Dharmasraya Siguntur. Pada tahun ini istri Raden Wijaya “Dara Petak” melahirkan anak laki-laki diberi nama Raden Kalagemet, Dara Petak diangkat drajatnya menjadi istri (parameswari) dan diberi gelar “Sri Tinuheng Pura”. Pada tahun 1296 M, istri Wisma Rupa Kumara “Dara Jingga” melahirkan anak laki-laki bernama “Aji Mantrolot”. Tahun 1302 M, Aji Mantrolot dididik dan dibesarkan di Majapahit bersama Kalagemet untuk menjadi Punggawa agama “Tantrana Brahma Syiwa”. Aji Mantrolot membawa beberapa orang temannya diantaranya Gajahmada.
Tahun 1309 M, Raden Wijaya mangkat, digantikan oleh Kalagemet dengan gelar Jaya Negara.
Tahun 1310 M, Kerajaan Majapahit membentuk Bathara Sapta Prabu (Dewan Kerajaan) yang terdiri dari ;
1). Prabu Jaya Negara
2). Aji Mantrolot dengan jabatan Wreda Menteri (menteri utama) bergelar Arya Dewaraja Mpu Aditya. 3). Dyah Gayatri Biksuni Raja Patni. 4). Dyah Gitarya Tribuana Tungga Dewi. 5). Dyah Wiyat Raja Dewi Maharani. 6). Maha Patih, pada waktu itu dijabat oleh Nambi.
Tahun 1316 M, Aji Mantrolot kembali ke Dharmasraya karena ayahnya Wisma Rupa Kumara mangkat.
Tahun 1320 M, Adityawarman telah berusia 24 tahun, dipanggil kembali ke Majapahit, selama 4 (empat) tahun dikampung ibunya Dharmasraya, dia banyak bergaul dengan masyarakat melayu yang beragama Islam.
Tahun 1324 M, Adityawarman diangkat menjadi Duta Berkuasa Penuh untuk Dinasty Juan Mongol China dengan tugas utama menjaga hubungan baik antara Mongol dan Majapahit, sekaligus belajar tentang ilmu strategi/ taktik perang di laut, dan kemudian Adityawarman ikut berperang mendampingi Panglima Mongol dalam mengalahkan India dan Manchu. Tahun 1330 M, Adityawarman sampai di bumi Majapahit. Tahun 1333 M, Gajahmada diperintahkan menaklukkan Keta dan Sadeng tetapi gagal, kemudian atas bantuan Adityawarman, ibunegara Keta dan Sadeng dapat diduduki, kemudian Keta dan Sadeng berada dibawah Majapahit.
Tahun 1334 M, Adityawarman berangkat ke China membawa ratusan orang untuk dilatih menjadi Senopati ahli membuat kapal. Tahun 1337 M, Adityawarman kembali dari China, dan singgah di Dharmasraya. Tahun 1339 M, Adityawarman menduduki ibukota Bali, kemudian Bali berada dibawah Majapahit.
Tahun 1341 M, Adityawarman kembali dari Majapahit, dia diperintahkan untuk membangun Arca Manjusri.
Tahun 1343 M, Bathara Sapta Prabu Majapahit memerintahkan Gajahmada menaklukkan Nusantara Timur, dan Adityawarman menaklukkan Nusantara Barat untuk Majapahit. Kepada Adityawarman dijelaskan bahwa dia melanjutkan tugas bapaknya Wisma Rupa Kumara sebagai Ekspedisi Pamalayu-1. Tahun 1343 M, Adityawarman menaklukkan Palembang.
Tahun 1344 M, Adityawarman melanjutkan perjalanannya ke Dharmasraya. (Bersambung)
