Sekdaprov Alwis, Tiga SMK Cikal Bakal Lahirnya Karya Senirupa Sumbar

oleh -

Sekdaprov Alwis, Tiga SMK Cikal Bakal Lahirnya Karya Senirupa Sumbar

Semangatnews, Padang – Potensi seni rupa dan industri kreatif yang pernah dihasilkan seniman dan pekerja seni di Sumatera Barat secara kasat mata sangat kaya dengan sentuhan nilai dan rasa dalam wujud nyata yang tertuang dalam karya memiliki nilai-nilai estetika tinggi.

Karena itu Pemprov Sumatera Barat, melalui Dinas Kebudayaan UPTD Taman Budayanya terus mendorong dan memacu tumbuh dan berkembangnya kegiatan seni rupa dan industri kreatif, salah satunya dalam bentuk kegiatan pameran.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Drs. Alwis saat meresmikan dan menyaksikan pameran karya-karya seni rupa dan industri kreatif tiga SMK Negeri kelompok Seni Budaya Sumbar — SMKN 4 Padang, SMKN 8 Padang dan SMKN 1 Ampek Angkek, Agam, di galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumbar, Jalan Dipenogeoro, 31 Padang, Rabu (10/7).

Menurut Alwis, tiga SMKN yang saat ini berpameran merupakan cikal bakal tumbuh dan berkembangnya seni rupa di daerah ini hingga ke pelosok tanah air. Kita memiliki banyak potensi besar seniman seni lukis, seni patung dan industri kreatif (keramik seni, kriya tekstil, batik, busana, kerajinan logam, kriya kayu) dan umumnya tamatan ke tiga sekolah yang dapat memperkuat sektor pembangunan kebudayaan bahkan pariwisata Sumbar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti, menyampaikan mengamati dan menyaksikan karya seni seperti seni rupa. kita selalu didorong untuk melihat kesenian itu dengan berbagai unsur-unsur budaya yang di dalamnya.

Seni dalam perspektif budaya memberi ruang besar, lihat karya-karya yang ditampilkan ketiga SMK berbasis Seni Budaya ini baik karya siswa, guru bahkan alumninya sarat dengan nilai dan makna, seperti seni lukis, seni batik dengan motif-motif lokal dan beberapa karya lain.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, H. Muasri, dalam laporannya menjelaskan ketiga SMK kelompok Seni Budaya yang dikuratori Muharyadi dan ko kurator Yasrul Sami Batubara itu menampilkan, 14 karya seni lukis, 8 seni patung, 10 desain interior dan furniture, puluhan batik dengan motif-motif budaya lokal, 30 kriya logam, puluhan kriya kayu, 10 busana muslim, fotografi artistik adalah karya-karya terbaik berdasarkan hasil seleksi kurator dan ko kurator.

“Pameran berlangsung sejak 10 sampai 16 Juli mendatang dan dibuka untuk umum dari pukul 08.00 hingga 16.00,” jelas Muasri.

Museum Seni Rupa Sangat Diperlukan

Di sela-sela kegiatan pembukaan Pameran, dihadapan Sekda Provinsi Sumatera Barat, Drs. Alwis sejumlah seniman seni rupa dan pemerhati seni mengusulkan agar Sumatera Barat sudah saatnya memiliki museum refresentatif seni rupa dan seni kriya.

Menurut Muharyadi Sumatera Barat sejak era Wakidi, era pra kemerdekaan bahkan hingga ke generasi milenial sekarang banyak menghasilkan karya-karya masterpiece dalam peta seni rupa Indonesia. Berbeda dengan fungsi galeri yang ada saat ini lebih bersifat situasional dan banyaknya karya-karya seni rupa yang tidak terakomodasi dengan baik dan sempurna.

Menurut Muharyadi, wacana mendirikan museum seni rupa refresentatif telah bergulir sejak era kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi bahkan era sebelumnya, padahal Sumatera Barat memiliki karya-karya seni rupa terbaik baik ditingkat nasional bahkan hingga ke tingkat internasional.

“Untuk menjaga kelestarian karya tokoh-tokoh besar yang ada dan berasal dari daerah agar tidak berpindah ke daerah lain, maka museum seni rupa refresentatif merupakan salah satu solusi mempertahankan karya-karya terbaik yang pernah dihasilkan seniman-seniman besar asal Sumatera Barat yang kaya nilai-nilai dan sarat makna, bagi masyarakat museum sekaligus merupakan ruang sejarah dan edukasi yang penuh peradaban,” ujar kurator ini menambahkan. (DP/FR)