SEKOLAH 5 HARI SEMINGGU, SEKDA: JANGAN SAMPAI TPA MATI

oleh -
"Saya minta ini jadi perhatian kita agar disesuaikan sehingga pendidikan di sekolah dan di TPA sama-sama tetap berjalan," ujarnya saat berikan sambutan dan arahan pada acara Silaturahmi Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Jami', Nagari Padang Lua, Kec. Banuhampu, Kab. Agam, Senin (12/6) malam.
SEMANGAT AGAM – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ali Asmar imbau seluruh pengurus Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Sumbar untuk menyesuaikan jadwal dan jam pelajarannya guna menyikapi kebijakan 5 (lima) hari sekolah dalam satu minggu yang akan diterapkan secara nasional pada tahun ajaran mendatang.
“Saya minta ini jadi perhatian kita agar disesuaikan sehingga pendidikan di sekolah dan di TPA sama-sama tetap berjalan,” ujarnya saat berikan sambutan dan arahan pada acara Silaturahmi Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Jami’, Nagari Padang Lua, Kec. Banuhampu, Kab. Agam, Senin (12/6) malam.
Ali Asmar lebih lanjut memaparkan, kebijakan 5 hari sekolah dalam seminggu akan memperpanjang waktu belajar siswa-siswi di sekolah setiap harinya. Pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi ketersediaan waktu bagi pendidikan non-formal di luar jam sekolah, khususnya TPA dan MDA.
Ia khawatir, kemungkinan ketidaktersediaan waktu tersebut dapat membuat TPA/MDA tidak lagi hidup. Ia tidak menginginkan hal itu.
“Waktu anak di sekolah jadi lebih lama dari sebelumnya, nah, di mana waktu untuk anak kita belajar mengaji? Jadi sekali lagi kami ingatkan, jangan sampai mempengaruhi anak-anak di TPA. Jangan sampai nanti TPA mati,” pungkasnya.