Sektor Pariwisata Bisa Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat.

oleh -

Semangatnews, Padang – Pengembangan sektor pariwisata diharapkan bisa menjadi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar), perlu didukung transportasi yang memadai.

Pemerintah harus serius membangun akses transportasi darat dengan jalan yang mulus hingga transportasi udara, di semua ibu kota provinsi dan kabupaten yang menjadi gate way destinasi wisata unggulan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno membuka sekaligus keynote speakers pada acara Diskusi Strategi Penguatan Sektor Pariwisata Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, di Aula Kantor Bank Indonesia Sumatera Barat, Kamis (11/4/2019).

Gubernur mengatakan, pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumbar dibutuhkan sejumlah upaya, yaitu dengan cara penguatan promosi, peningkatan aksesibilitas dan didukung oleh keragaman atraksi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar.

“Salah satunya penguatan promosi, karena melalui promosi calon wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan dapat mengetahui dengan pasti dan lebih akurat tentang tujuan atau tempat yang dapat dia kunjungi,” kata Gubernur.

“Dunia kepariwisataan tentunya tidak dapat berkembang dan maju jika tidak dibarengi dengan kegiatan promosi,” ucapnya.

Untuk peningkatan aksesibilitas ketempat destinasi wisata termasuk prioritas dalam insfrastutur jalan. Banyak lokasi wisata yang tidak berkembang lantaran tidak didukung oleh infrastruktur transportasi yang memadai menjadi alasan wisatawan untuk tidak berkunjung ke lokasi wisata, karena sarana dan prasarana transportasinya kurang bagus.

“Apalagi saat ini, transportasi udara masih jadi menjadi kendala di sektor pariwisata, dengan kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar berdampak pada penurunan jumlah pariwisata yang berkunjung ke Sumbar,” ujar Irwan Prayitno.

Industri pariwisata hanya dapat berkembang pada daerah yang memiliki infrastruktur transportasinya bagus. Oleh karena itu, pengembangan industri pariwisata tidak dapat dilepaskan dari pengembangan infrastruktur transportasi.

Sebagai contoh kasus di Raja Ampat Papua, meskipun lokasi wisata di sana dikenal memiliki keindahan laut yang sangat eksotik, tapi karena infrastruktur transportasinya jelek, maka kunjungan wisata ke sana masih amat terbatas, dan lebih banyak bule-bule yang memiliki tradisi nyelam cukup tinggi, sebaliknya wisatawan nasional justru jarang karena dinilai terlalu mahal.

“Ini harus menjadi perhatian bagi kita, karena kita memiliki banyak desinasi wisata yang pesonanya tidak kalah dari daerah lain,” tambahnya.

Lanjut gubernur menjelaskan, keragaman atraksi juga memiliki peranan penting dalam peningkatan pariwisata, seperti adat budaya minangkabau, ‘Oyak Tabuik’ di Pariaman.

Gubernur juga menambahkan, bahwa dalam hal peningkatan perekonomian di sektor pariwisata, berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam laporan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama, menyampaikan, bahwa Bank Indonesia menilai sektor pariwisata dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru bagi pendapatan daerah di Sumatera Barat.

Ia mengatakan, sektor pariwisata di Sumbar mulai menggeliat dengan dibuktikannya jumlah hunian hotel terus bertambah, namun pada tahun 2018 sempat mengalami penurunan, karena tingginya harga tiket angkutan udara. Tetapi masih tingginya investasi di sektor pariwisata membuktikan bahwa prospek sektor pariwisata masih meningkat sampai sekarang.

“Perkembangan sektor pariwisata kita sudah cukup baik ditandai dengan banyak kegiatan yang diselenggarakan, kondisi jalan yang bagus hingga ketersediaan sarana penunjang seperti hotel, restoran dan pusat oleh-oleh,” papar Wahyu Purnama.

Apalagi mancanegara sudah mengenal dengan rendang adalah makanan terenak di dunia, ini akan mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro seperti kuliner dan lainnya.

“Tinggal bagaimana caranya kita mengelola semuanya menjadi sebuah kekuatan baru agar menjadi objek wisata yang dikenal tidak hanya skala nasional namun juga internasional,” ulasnya.

Selanjut Wahyu menambahkan, Pengembangan sektor pariwisata diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penguatan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Sektor pariwisata memiliki peran strategis yang dapat mendorong peningkatan penerimaan devisa sehingga pada gilirannya dapat memperbaiki neraca transaksi berjalan.

“Oleh karena itu pengembangan sektor ini akan menjadi stimulan bagi sektor lain untuk tumbuh dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.

Dengan begitu besarnya potensi pariwisata Sumbar, mudah-mudahan dalam diskusi ini bisa menghasilkan beberapa strategi penguatan sektor pariwisata harus dirumuskan dan diterapkan.

Pada acara diskusi strategi penguatan sektor pariwisata, selain peserta diskusi juga dihadiri, Forkopimda Sumbar, para Kepala OPD Sumbar dan undangan lainnya.