Jakarta, Semangatnews.com – Kabut duka menyelimuti jagat musik tanah air usai kabar meninggalnya vokalis kawakan, Ecky Lamoh. Kepergian ini menandai tamatnya satu era dalam kancah rock Indonesia, dan meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi banyak orang yang mengenal sosok ini.
Ecky, dengan nama asli Alexander Theodore Lamoh, lahir 13 Juli 1961 di Jakarta. Ia dikenal luas lewat karakter vokal tinggi dan seraknya — nama yang mewakili semangat rock keras dan energi panggung. Kepergiannya membawa duka bagi penggemar generasi lama maupun baru.
Sebagai mantan vokalis Elpamas dan Edane, Ecky sempat berjaya di masa keemasan musik rock di Indonesia. Bersama band-band itu, ia ikut menciptakan lagu-lagu yang hingga saat ini tetap dikenang, bahkan menjadi referensi bagi generasi rock modern.
Sebelum wafat, kondisi kesehatan Ecky sempat menurun, dan kabar itu sempat membuat para sahabat dan musisi bersuara — banyak yang menyerukan doa dan dukungan agar ia lekas pulih. Solidaritas komunitas rock pun menguat, menandakan bahwa meski musik keras, persaudaraan tetap dijunjung tinggi.
Sayangnya perjuangan itu berakhir duka. Di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, detak jantungnya berhenti pada dini hari — sebuah akhir bagi perjalanan seorang rocker sejati. Kabar ini diumumkan resmi oleh manajemen Edane, yang juga menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan mendalam.
Persiapan pemakaman pun sudah dilakukan. Jenazah disemayamkan di rumah duka RS Panti Rapih, Yogyakarta. Banyak rekan musisi, kolega lama, dan penggemar yang sudah menyatakan keinginan untuk memberi penghormatan terakhir, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya Ecky.
Bagi penggemar, kehilangan sosok seperti Ecky Lamoh terasa sangat nyata — bukan hanya karena musiknya, tetapi juga karena kehadirannya sebagai figur yang memberi warna dan karakter pada rock Indonesia. Ia mewakili era, semangat, dan budaya musik yang kini semakin jarang.
Kenangan akan suara khas, lirik-lirik keras, dan konser-konser penuh energi kini menjadi warisan tak tergantikan. Banyak generasi muda yang mungkin tidak merasakan langsung era kejayaannya — tapi melalui catatan sejarah dan musik, mereka tetap bisa merasakan getaran rock sejati.
Perjalanan hidup Ecky mengajarkan bahwa musik bukan sekadar hiburan — tetapi bagian dari identitas, perlawanan, dan ekspresi. Ia memberi inspirasi bahwa setiap nada, tiap lirik, dan setiap pertunjukan panggung bisa membentuk karakter dan semangat generasi.
Kini dunia musik Indonesia kehilangan salah satu ikon terbesar. Namun karya, energi panggung, dan suara Ecky Lamoh akan terus hidup dalam ingatan para penggemar dan pelaku musik rock tanah air.
Selamat jalan Ecky Lamoh. Legenda rock sejati ini telah meninggalkan dunia fisik, tetapi semangat dan musiknya akan terus bergema untuk selamanya.(*)
