Selamat Jalan untuk Sang Ibu Bangsa – Sirikit Kitiyakara Tutup Usia di 93 Tahun

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Duka mendalam menyelimuti kerajaan dan rakyat Thailand setelah Sang Ibu Bangsa, Sirikit Kitiyakara, tutup usia di umur 93 tahun. Pengumuman resmi disampaikan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand yang menyebut Sirikit wafat di rumah sakit Bangkok setelah sempat dirawat akibat infeksi darah.

Sirikit dikenal luas sebagai figur berpengaruh di Thailand, bukan hanya sebagai Ratu Ibu, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya. Ia memainkan peranan penting dalam berbagai proyek sosial dan pembangunan pedesaan, serta menjadi ikon mode yang diakui dunia internasional.

Sejak masa mudanya, Sirikit telah aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap berkunjung ke desa-desa terpencil, membina kerajinan rakyat, hingga mendorong pelestarian budaya dan lingkungan hidup. Kepekaannya terhadap nasib rakyat kecil menjadikannya sangat dicintai masyarakat.

Hari kelahiran Sirikit, 12 Agustus, bahkan dijadikan sebagai Hari Ibu Nasional di Thailand. Hal itu menjadi bentuk penghormatan yang menunjukkan betapa dalam pengaruh dan kasih sayangnya terhadap rakyatnya sendiri.

Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun bagi seluruh anggota kerajaan dan pelayan istana sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Ratu Ibu. Sementara pemerintah juga menetapkan bendera setengah tiang selama 30 hari dan membatasi kegiatan hiburan publik.

Bagi rakyat Thailand, kepergian Sirikit bukan sekadar kehilangan seorang ibu negara, melainkan juga kehilangan simbol moral dan kasih sayang yang mempersatukan bangsa di tengah gejolak sosial dan politik.

Selama hidupnya, Sirikit menjadi pelindung banyak organisasi sosial dan budaya. Ia juga dikenal sangat mendukung peran perempuan dalam masyarakat Thailand, terutama melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Meski kesehatannya menurun sejak 2012 akibat stroke, sosok Sirikit tetap menjadi simbol kekuatan dan ketulusan. Walau jarang tampil di publik, rakyat masih menunjukkan penghormatan besar setiap kali kabar tentang kesehatannya diberitakan.

Kini, Thailand memasuki masa berkabung panjang. Namun, warisan nilai, dedikasi, dan cinta kepada rakyat yang ditinggalkan Sirikit akan terus hidup dalam hati masyarakatnya.

Kepergian Ratu Ibu menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin sejati tak hanya dikenal karena gelarnya, tetapi karena cinta dan pengabdiannya kepada rakyat hingga akhir hayat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.