Jakarta, Semangatnews.com – Seluruh warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dilaporkan telah ditangkap oleh tentara Israel di wilayah perairan Mediterania. Penangkapan tersebut terjadi saat armada kemanusiaan internasional berupaya menuju Gaza untuk mengirim bantuan bagi warga sipil Palestina.
Informasi penangkapan itu langsung memicu perhatian luas di Indonesia. Para relawan yang terdiri dari jurnalis dan aktivis diketahui sempat mengirimkan pesan darurat atau SOS sebelum akhirnya komunikasi dengan mereka terputus.
Berdasarkan laporan yang beredar, terdapat sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut. Mereka berada di sejumlah kapal berbeda yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.
Gelombang penangkapan dilakukan secara bertahap oleh militer Israel. Lima relawan Indonesia disebut menjadi kelompok pertama yang diamankan saat kapal mereka dicegat di sekitar perairan Siprus.
Beberapa relawan lain sempat mengabarkan berhasil menghindari pengejaran militer Israel. Namun beberapa jam kemudian mereka juga dilaporkan tertangkap setelah kapal kembali diintersepsi.
Kementerian Luar Negeri RI langsung mengambil langkah diplomatik menyusul insiden tersebut. Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal dan relawan kemanusiaan internasional yang ditahan.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi para WNI. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mengantisipasi proses evakuasi.
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan sipil internasional yang dibentuk untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sekaligus menentang blokade Israel terhadap wilayah tersebut. Armada ini melibatkan relawan dari puluhan negara.
Misi kemanusiaan tersebut menjadi perhatian dunia internasional karena beberapa kali menghadapi intersepsi dari militer Israel. Dalam sejumlah operasi sebelumnya, kapal-kapal bantuan juga pernah dihentikan dan para aktivis ditahan.
Di Indonesia, berbagai organisasi masyarakat dan kelompok kemanusiaan mulai menyuarakan dukungan terhadap para relawan yang ditangkap. Mereka meminta pemerintah terus melakukan tekanan diplomatik agar seluruh WNI dapat segera dipulangkan dengan selamat.
Hingga kini kondisi detail para relawan Indonesia belum diketahui secara pasti. Pemerintah memastikan upaya komunikasi dan perlindungan terhadap WNI yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut masih terus dilakukan secara intensif.(*)

