Jakarta, Semangatnews.com – Sepekan setelah menjalani operasi bariatrik—prosedur bedah untuk menurunkan berat badan secara medis—ibu dari presenter dan aktris Tasya Kamila dikabarkan telah mengalami penurunan berat badan sebanyak 7 kilogram, kabar yang disambut antusias oleh keluarga dan netizen sebagai langkah awal perjuangan menuju kesehatan yang lebih baik.
Menurut update dari pihak keluarga dan beberapa unggahan media, kondisi sang ibu pasca operasi berangsur membaik. Meskipun mengalami perubahan fisik yang cepat, ia tetap diobservasi secara ketat oleh tim medis untuk memastikan stabilitas tekanan darah, kadar gula, dan fungsi organ vital.
Prosedur bariatrik yang diambil ibu Tasya Kamila ini dilakukan setelah diagnosis medis menyebut bahwa ia mengalami obesitas tingkat 3—kategori yang berarti berat badan berada pada level risiko tinggi terhadap berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Dalam pernyataan yang tersebar, keluarga menyebut bahwa keputusan operasi bariatrik diambil setelah melalui konsultasi panjang dengan dokter spesialis gizi, bedah endokrin, serta tim kesehatan psikologis agar pasien benar-benar memahami konsekuensi dan komitmen setelah operasi.
Penurunan 7 kg dalam seminggu tentu bukan hal ringan—tubuh mengalami adaptasi besar terhadap asupan nutrisi baru, pengaturan pola makan pasca operasi (diet cair, perlahan padat), dan masa pemulihan yang intensif agar tidak terjadi komplikasi seperti kebocoran anastomosis atau gangguan pencernaan.
Meskipun demikian, tim medis dan keluarga menyebut bahwa kondisi vital dan parameter kesehatan ibu Tasya masih dalam batas aman dan dipantau harian, termasuk fungsi ginjal, tekanan darah, serta kecukupan elektrolit dalam darah agar proses pemulihan bisa berjalan lancar.
Beberapa tenaga kesehatan menyebut bahwa keberhasilan operasi bariatrik sangat bergantung bukan hanya pada teknik bedah, tetapi juga pada disiplin pasien dalam menjalani diet jangka panjang, perubahan gaya hidup, olahraga ringan, dan dukungan psikologis agar berat yang hilang tidak kembali.
Netizen pun banyak memberikan dukungan, mendoakan agar proses pemulihan ibu Tasya berjalan mulus, sekaligus berharap kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang berjuang melawan obesitas dan mencari jalan lain menuju kesehatan yang lebih baik.
Namun di balik kabar baik ini, banyak pula yang mengingatkan bahwa penurunan berat badan cepat tetap harus diimbangi pemantauan profesional agar tidak memicu efek samping, seperti kekurangan nutrisi, batu empedu, atau gangguan fungsi hati.
Bagi keluarga dan Tasya sendiri, kabar penurunan 7 kg ini menjadi kabar menggembirakan, namun mereka menyampaikan bahwa perjuangan sebenarnya masih panjang: mempertahankan berat badan, memastikan kualitas hidup meningkat, dan menjaga agar tubuh tetap sehat pasca operasi.
Dengan update menggembirakan ini, publik menanti perkembangan selanjutnya: bagaimana pola makan ibu Tasya, aktivitas fisiknya, dan perubahan gaya hidup yang akan membantu memastikan bahwa proses manajemen berat badannya tidak hanya jangka pendek, tetapi berkelanjutan.(*)
