Sempat Anjlok, IHSG Berbalik Naik 1% Pagi Ini, Sektor Energi Pimpin Penguatan

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/9/2026) berlangsung cukup dinamis. Setelah sempat melemah pada awal perdagangan, indeks secara cepat berbalik ke zona hijau dan mencatat penguatan sekitar 1%.

Pada awal sesi, IHSG dibuka melemah dan berada di level sekitar 6.450. Tekanan tersebut terjadi setelah indeks pada perdagangan Selasa sebelumnya ditutup di level 6.461,15 atau turun 1,13%.

Namun, kondisi tersebut berubah beberapa menit setelah perdagangan berlangsung. IHSG kemudian bergerak naik hingga mencapai level 6.526,81, atau meningkat sekitar 1,02% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan indeks turut ditopang oleh sejumlah saham dan sektor yang mengalami penguatan. Sektor energi menjadi salah satu motor pergerakan dengan kenaikan mencapai 5,49% pada perdagangan pagi. Sektor barang baku juga tercatat menguat 1,12%.

Penguatan sektor energi berlangsung ketika harga minyak dunia masih berada pada level tinggi. Kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat pasar energi global tetap menjadi perhatian, terutama karena gangguan pasokan dapat memengaruhi harga minyak.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak WTI tercatat menembus US$102 per barel, sedangkan minyak Brent mencapai sekitar US$107 per barel. Kenaikan tersebut menjadi salah satu sentimen yang membayangi pasar saham domestik pada awal perdagangan.

Di sisi lain, pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah yang kembali mengalami tekanan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam mengambil keputusan di tengah kondisi pasar global yang masih bergejolak.

Investor juga menunggu keputusan The Fed mengenai arah suku bunga. Pasar memperkirakan kebijakan bank sentral Amerika Serikat akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pergerakan aset keuangan global dalam waktu dekat.

Tekanan dari pasar global sebelumnya turut terlihat pada perdagangan Wall Street. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury yang mencapai 5% menjadi faktor yang membebani sentimen pasar saham. Kondisi tersebut kemudian ikut diperhatikan investor di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Meski sempat melemah, IHSG mampu mempertahankan penguatan hingga perdagangan sesi pertama. Pada sesi I Rabu, indeks tercatat naik 0,36% ke level 6.484.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar domestik masih bergerak di tengah tarik-menarik berbagai sentimen. Perkembangan harga komoditas, nilai tukar rupiah, kebijakan The Fed, serta kondisi geopolitik global menjadi sejumlah faktor yang terus dicermati hingga perdagangan IHSG berakhir.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.