Senyum Kebanggaan Seorang Ayah, Ketika Sang Putra Mengikuti Jejaknya Sebagai Prajurit TNI

by -

Senyum Kebanggaan Seorang Ayah, Ketika  Sang Putra Mengikuti Jejaknya Sebagai Prajurit TNI

SEMANGATNEWS.COM. Momen penuh kebanggaan dan haru terpancar dari wajah Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Senyum bahagia itu hadir ketika sang putra, Muhammad Akbar A., berhasil menuntaskan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan resmi menyandang pangkat Letnan Dua Infanteri (Letda Inf).

Peristiwa membanggakan tersebut terjadi usai tradisi penerimaan perwira remaja Abiturien Akmil Tahun Anggaran 2025 yang digelar di lingkungan Mabesad, Jakarta. Bagi Dudung, momen ini bukan sekadar keberhasilan akademis, tetapi juga awal perjalanan panjang pengabdian seorang perwira muda kepada bangsa dan negara.

Dengan penuh harap, Dudung mengungkapkan bahwa putranya memiliki tekad untuk melangkah lebih jauh di dunia militer. Muhammad Akbar A. berencana mendaftar pada kecabangan Komando yang dikenal sebagai pasukan elit di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Langkah ini menunjukkan semangat dan ambisi besar untuk mengabdikan diri di satuan yang terkenal dengan disiplin tinggi, keberanian, serta kemampuan tempur kelas dunia.

Sebagai seorang ayah sekaligus mantan panglima di lingkungan TNI AD, Dudung memberikan pesan yang sarat makna kepada putranya. Ia mengingatkan bahwa seorang perwira bukan hanya pemimpin di medan tugas, tetapi juga sosok yang harus mencintai prajuritnya. Menurutnya, perwira pertama adalah ujung tombak kesatuan, sehingga keberanian mengambil keputusan dan keteguhan dalam menjalankan tugas adalah hal yang mutlak dimiliki.

Di sisi lain, Muhammad Akbar A. mengaku sangat bangga atas pencapaian yang ia raih. Setelah dilantik menjadi perwira oleh Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia, ia merasa momen tersebut menjadi titik awal untuk membuktikan diri sebagai prajurit yang siap mengabdi.

Dengan penuh kerendahan hati, Akbar menegaskan bahwa cita-citanya sederhana namun penuh makna: berbakti kepada orang tua, mengabdikan diri kepada bangsa, dan menjadi perwira yang lebih baik di masa depan. Baginya, keberanian dalam mengambil keputusan adalah bagian penting dari kepemimpinan seorang perwira.

Kisah ini menjadi gambaran indah tentang tradisi pengabdian, semangat generasi penerus, dan kebanggaan seorang ayah melihat putranya melanjutkan jalan pengabdian kepada negeri.(Dikutip dari FB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.