Serangan Houthi ke Jazan Kembali Guncang Saudi, Ketegangan dengan Yaman Meningkat

by

Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memanas. Sebuah proyektil yang diduga diluncurkan Houthi menghantam wilayah Jazan, Arab Saudi, dan menyebabkan dua orang terluka.

Insiden tersebut terjadi di Al-Tawwal, wilayah yang berada tidak jauh dari perbatasan Saudi-Yaman. Menurut otoritas pertahanan sipil Arab Saudi, proyektil tersebut juga merusak sebuah masjid dan beberapa bangunan di sekitarnya.

Serangan ini menjadi perkembangan terbaru dari rangkaian aksi militer Houthi yang dalam beberapa pekan terakhir semakin intensif. Sebelumnya, kelompok tersebut juga meluncurkan rudal dan drone menuju sejumlah wilayah di selatan Arab Saudi.

Pada serangan besar yang berlangsung 8 September, sedikitnya 73 orang dilaporkan terluka. Sejumlah fasilitas energi dan lokasi sipil turut terdampak, sementara beberapa operasi di fasilitas energi sempat dihentikan untuk sementara.

Houthi mengklaim serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer berskala besar. Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu menyatakan telah menggunakan puluhan rudal balistik dan drone untuk menyerang sejumlah target di Arab Saudi.

Target yang disebut Houthi antara lain fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Abha, Najran dan Jizan, serta pangkalan udara Khamis Mushait. Klaim mengenai tingkat kerusakan yang disampaikan kelompok tersebut tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Riyadh kemudian meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan lanjutan. Otoritas Saudi sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah peringatan keamanan di wilayah Khamis Mushait dan Abha setelah terdeteksi ancaman dari arah Yaman.

Konflik tersebut juga berlangsung ketika pasukan Houthi memperluas operasi di Yaman. Kelompok tersebut dilaporkan merebut sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk kota pelabuhan Mokha, sehingga posisinya semakin dekat dengan jalur Bab el-Mandeb.

Perluasan wilayah Houthi menjadi perhatian karena Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi lalu lintas kapal yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan terhadap kawasan tersebut dapat berdampak terhadap perdagangan internasional dan distribusi energi.

Ketegangan juga telah memengaruhi infrastruktur energi Arab Saudi. Reuters melaporkan Saudi menutup sementara jaringan pipa East-West setelah jalur vital tersebut menjadi sasaran serangan udara, menambah kekhawatiran terhadap keamanan ekspor minyak dari kawasan tersebut.

Dengan serangan terbaru yang kembali menimbulkan korban di Jazan, situasi antara Houthi dan Arab Saudi berpotensi semakin sulit dikendalikan. Eskalasi di Yaman, serangan lintas perbatasan, serta meningkatnya gangguan terhadap jalur energi dan pelayaran membuat konflik tersebut menjadi salah satu titik panas utama di kawasan Timur Tengah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.