Jakarta, Semangatnews.com – Sekitar pukul 14.40 WIT pada Jumat (17 Oktober 2025), sebuah rombongan pimpinan Brigjen Alfred Papare selaku Kapolda Papua Tengah diserang oleh kelompok bersenjata dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan. Insiden terjadi tepat setelah rombongan meninggalkan titik yang sebelumnya menjadi lokasi penembakan terhadap warga sipil.
Rombongan terdiri dari sejumlah pejabat utama Polda serta aparat TNI, antara lain Dansat Brimob, Dandim dan Dir Krimum. Mereka bergerak menuju wilayah Km 17–18 Jalan Trans Nabire–Enarotali ketika rombongan disergap oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di area hutan.
Saat insiden, kendaraan rombongan mengenai tembakan yang datang bertubi-tubi dari arah kanan jalan. Bagian belakang mobil menjadi sasaran utama. Akibatnya, empat anggota polisi dari Polres Nabire terluka, salah satunya adalah Kasat Narkoba yang terkena serpihan di bagian kepala.
Korban lainnya mengalami luka akibat serpihan peluru, sementara dua orang lainnya menderita luka tembak yang cukup serius di bagian bahu. Setelah serangan, evakuasi korban segera dilakukan ke RSUD Nabire untuk mendapat perawatan intensif.
Pihak kepolisian menduga kuat pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya yang selama ini aktif di wilayah tersebut. Motif penyerangan diduga berkaitan dengan operasi keamanan yang dilakukan aparat di daerah yang dianggap sebagai basis kelompok itu.
Pasca serangan, penguatan keamanan langsung dilakukan. Aparat Brimob diterjunkan untuk memperkuat Polsek setempat dan memastikan jalur Trans Nabire–Enarotali dalam kondisi aman. Patroli bersenjata kini dilakukan sepanjang siang dan malam hari guna mencegah serangan lanjutan.
Kondisi para korban dilaporkan stabil, namun kejadian ini menegaskan besarnya risiko yang dihadapi aparat saat menjalankan tugas di wilayah konflik. Tantangan keamanan di Papua Tengah masih menjadi perhatian utama, terutama terhadap mobilitas aparat dan masyarakat sipil.
Saksi di lokasi menyebutkan bahwa serangan terjadi secara mendadak ketika kecepatan rombongan menurun karena jalan rusak dan medan menanjak. Pelaku diduga sudah mempersiapkan posisi sejak jauh hari, memanfaatkan vegetasi lebat untuk melakukan serangan kejutan.
Polda Papua Tengah kini tengah melakukan investigasi mendalam dengan memeriksa proyektil, jalur pelarian pelaku, serta koordinasi dengan aparat TNI untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut. Operasi pencarian dan penindakan segera dilakukan di sekitar Nabire dan Dogiyai.
Serangan ini menambah daftar panjang konflik bersenjata di Papua dan menjadi peringatan keras bahwa keamanan di wilayah pegunungan masih memerlukan pendekatan strategis agar aparat dan warga sipil dapat beraktivitas tanpa rasa takut.(*)
