Jakarta, Semangatnews.com – Penyanyi Afgan Syahreza mengungkap perubahan signifikan dalam hidupnya usai menunaikan ibadah haji: kini ia menjadi lebih selektif dalam memilih orang-orang untuk berada di sekitarnya, mengutamakan kualitas relasi dibanding jumlah.
Dalam wawancara yang dilansir media hiburan, Afgan menyebut bahwa pengalaman haji bukan hanya soal spiritualitas, tetapi juga refleksi mendalam terhadap siapa yang pantas mendampingi dalam perjalanan hidup setelah pulang ke Tanah Air.
Ia menyampaikan bahwa selama perjalanan ibadah, banyak hal tentang persahabatan diuji—apakah teman yang selama ini dekat tetap menunjukkan integritas, keikhlasan, dan kebersamaan ketika dalam kondisi sulit atau penuh tantangan.
Perubahan sikap ini tidak serta-merta berarti ia memutus relasi lama, melainkan lebih kepada penyaringan: lebih dekat dengan orang yang membawa energi positif, mendukung pertumbuhan, dan memegang nilai moral yang kuat.
Afgan mengungkap bahwa ada momen di Tanah Suci di mana interaksi antar jemaah memperlihatkan bagaimana karakter seseorang—siapa yang ringan menolong, siapa yang bergurau jujur, siapa yang tenang menghadapi ujian—semua menjadi bahan pertimbangan bagi jalinan pertemanan setelahnya.
Ia menegaskan bahwa ia tidak lagi terlalu mudah percaya terbuka pada orang baru tanpa pengenalan karakter dan niat terlebih dahulu; sebuah sikap waspada yang menurutnya perlu agar tidak mudah dikecewakan dalam kehidupan publik yang penuh godaan sosial media.
Meski demikian, Afgan mengaku bahwa keinginannya untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan musisi baru atau teman baru tetap ada, asalkan mereka sudah melewati ujian integritas dan kesesuaian pandangan hidup.
Beberapa penggemar dan teman seprofesi menyambut perubahan ini dengan pengertian: mereka memahami bahwa perjalanan spiritual seseorang bisa membentuk batas yang lebih tegas tentang siapa yang bisa dekat dan siapa yang sebaiknya dijaga jaraknya.
Bagi publik, keputusan Afgan ini menjadi peringatan bahwa persahabatan bukan sekadar kuantitas — bahwa kualitas dan kesetiaan dalam suka dan duka lebih penting untuk menjaga ketenangan batin artis yang hidup di ranah publik.
Kini, Afgan menapaki fase baru dalam hidupnya: fase di mana ia menjaga hati, memilih teman dengan kebijaksanaan lebih dan tidak terburu-buru membuka ruang baru — sebuah sikap dewasa hasil dari pengalaman spiritual yang mendalam.(*)
