Sikap Terdakwa Bikin Curiga, Luka Wajah Jadi Kunci Terungkapnya Kasus Air Keras

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus mengungkap fakta-fakta baru yang mengejutkan. Salah satu sorotan utama adalah sikap para terdakwa yang dinilai berbelit saat menjelaskan asal-usul luka di tubuh mereka.

Dalam persidangan di Pengadilan Militer, Komandan Detasemen Markas (Dandenma) BAIS TNI mengungkap adanya kejanggalan sejak awal. Ia mencurigai kondisi dua terdakwa yang tidak hadir dalam apel dan terlihat mengalami luka mencurigakan.

Kecurigaan tersebut semakin menguat ketika dilakukan pemeriksaan fisik terhadap para terdakwa. Ditemukan adanya luka bakar yang diduga akibat cairan kimia di beberapa bagian tubuh.

Salah satu terdakwa diketahui mengalami luka cukup parah di area wajah. Kondisi tersebut bahkan terlihat jelas dengan adanya pembengkakan dan iritasi pada mata.

Saat dimintai keterangan, para terdakwa memberikan jawaban yang dinilai tidak konsisten. Hal inilah yang kemudian membuat atasan mereka semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan.

Dandenma BAIS TNI kemudian melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kondisi anak buahnya. Ia bahkan mendatangi langsung untuk memastikan keadaan mereka secara detail.

Dalam proses tersebut, terungkap bahwa luka yang dialami para terdakwa berkaitan dengan peristiwa penyiraman air keras. Luka tersebut diduga berasal dari cipratan cairan saat aksi dilakukan.

Kasus ini sendiri melibatkan empat anggota BAIS TNI yang didakwa melakukan penyerangan terhadap Andrie Yunus. Aksi tersebut terjadi pada Maret 2026 di kawasan Jakarta Pusat.

Pengungkapan kasus bermula dari absennya dua terdakwa dalam apel pagi. Ketidakhadiran itu kemudian memicu pemeriksaan internal yang berujung pada terbongkarnya kasus.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, para terdakwa akhirnya mengakui keterlibatan mereka dalam aksi tersebut. Pengakuan ini memperkuat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

Kini, proses hukum terus berjalan di pengadilan militer. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat dan menyangkut tindakan kekerasan serius.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.