Silaturrahmi di Alek Anak Hasril Chaniago, Ketemu Teman dan Gamawan Fauzi
SEMANGATNEWS.COM-Sabtu, 5 Juli 2025 kami berempat ( Da Mufti Syarfie, Heranof, Gusfen Khairul, penulis) pergi kondangan Alek anak Bung Hasril Chaniago di Desa Simalanggang, Payakumbuh yang jarak tempuh lebih kurang 135 km atau 3,5 jam perjalanan.
Hasril yang wartawan Senior dan penulis buku sejarah itu jauh hari sudah melayangkan undangan kepada teman karib kerabat, termasuk kami.
Karena jauh saya dan Gusfen mengajak Heranof pergi bareng dengan kendaraan saya awalnya. Masalahnya siapa sopir. Maklum usia sudah diatas 60 tak terkaha lama lama sebagai driver.
Dalam mencari cari sopir, Gusfen memberitahu, Da Mufti bergabung Jo awak. Iyo, jawab saya. Beliau sudah telpon saya tadi. Cuma bisa beliau carian sopir yang ada di Baznas Padang. Yo da, kita WA da Mufti, sahut Gusfen.
Menjelang satu keberangkatan, Da Mufti memberi kabar gembira, pakai mobil ambo sajo dan sekalian sopir. Dima titik kumpul, tantuanlah, kata Da Mufti.
Ambo jawab di WKP Patriot dan kepada Gusfen ambo minta men-share lok titik kumpul tersebut. Iyo Da Zul, kata Gusfen sembari dia membuat WA grup “Ke Pyk”. Yang di dalamnya ada M2S, HR, GK dan saya.
Gusfen begitu mendapat kabar semua dari Da Mufti soal keberangkatan menyatakan kegembiraannya. Setuju Bana Uda! Bantuak pakiah ateh bendi se ambo lai Uda sayang, tulis Gusfen.
Sama halnya dengan saya, Sanang sangat. Jadi makmum yang baik saja selama dalam perjalanan.
Berangkatlah kami Sabtu itu lewat by pass Padang terus masuk tol dan singgah di Padangpanjang.Rencana hanya sarapan e malah makan di Pondok Bambu yang terkenal itu. Soal siapa yang bayar. Tak usahlah disebut sebut, segan awak.
Lanjutkan perjalanan ke Payakumbuh. Selama itu pula pembicaraan kemana mana dan membuat semua ketawa, termasuk sopir bernama Riko. Apa aja itu yang dibahas ya yang ringan ringan saja. Seperti taralah jua mancaritokan tingkah polah kawan2. Siapa kawan itu… Rahasialo.
Gelak tawa dalam perjalanan akhirnya sampai juga dilokasi Alek. Dari jalan(labuah) berjejer karangan Bungo ucapan selamat. Ada dari Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon, dari Irman Gusman, komisaris SP Khairul Jasmi yang sama sama tiba tapi beda mobil. Maka terjadi berfoto ria. Tak lama mencogok pula Sawir Pribadi (SP), maka foto kembali.
Kami masuk diawali isi buku tamu dan makan soto. Saat kami santai Hasril Chaniago turun dari pelaminan Salami kami. Diapun duduk bersama sembari merokok. Heh masih merokok bung! Kan SDH pasang cicin. Ndak Baa kan Sabatang, jawabnya enteng. Iyolah Ndak panyakit yang mambunuah, mengutip kelakar Alwi Karena suatu ketika beliau masih hidup.
Kami pun bersalaman dengan mempelai Arief laki laki yang merupakan anak dari Bung Hasril Chaniago dan anak Daro Fiona gadis dari Solok. Selamay ya untuk kedua mempelai semoga SAMAWA dan sukses buat bung HC sekeluarga.
Usai salam dan mau pamit, muncul Menteri Dalam Negeri Era Presiden SBY, Gamawan Fauzi dan ibuk Vita. Sepertinya Alek Bung Hasril mempertemukan yang jarang bertemu selama ini. Salam dan cipika dan cipiki pun terjadi.
Eee..lah lamo Ndak basuo. Lapeh taragak Wak, spontan Gamawan Fauzi bicara kepada M2S, Heranof, Gusfen dan Saya. Bahkan kepada Heranof Gf bertanya, masih ketua kan, tanyanya. Status quo, jawab GK.
Indahnya silaturrahmi yang puluhan tahun teringat kembali. Mantan Gubernur Sumbar Gf memberi isyarat kepada Khairul Jasmi untuk membuat pertemuan taragak basuo . Cuma apakah terdengar oleh kj atau pura pura tak terdengar, kita lihat sajalah nanti.
Kembali ke Padang kami lewat Malalak via Ngarai Sianok. Sedikit macet menjelang simpang Malalak. Lepas itu lancar dan aman.
Jelang mau lepas Malalak kami singgah di rumah makan “Putuih Basambung”. Masakannya enak. Ada kalio jariang, minuman kopi batungkuik dan goreng pisang hangat, serta menu panas lainnya. Enak didukung vew yg indah hamparan ladang dan sawah.
Siapa yang bayar, ternyata semua dilipat oleh Da Mufti Syarfie. Tak ada keluar uang kami, kecuali Gusfen yang membeli Labu sebanyak 5 buah. Masing masing dapat satu. Dah ini saja. Selamat baminantu Bung Hasril!
