Sistem Sekolah Berbayar Pemprov Tengah Siapkan Pergub

by -

Semangat Sumbar- Keluarga Mampu Menyumbang, Miskin Ditanggung Negara. Tahun depan, pemerintah Provinsi Sunatera Barat (Sumbar) akan menerapkan sistem Sekolah Berbayar. Saat ini, pemerintah terkait di Wilayah itu tengah menyiapkan payung hukum untuk mengaturnya.

“Kita usahakan akhir tahun ini Peraturan Gubernur (Pergub)-nya sudah dikeluarkan. Jadi, tahun depan akan diterapkan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Ali Asmar usai pembukaan Gebyar Pendidikan pada Kamis (16/11) siang di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Sumbar.

Sekretaris Daerah tersebut mengatakan, pendidikan adalah sesuatu yang bermutu dan untuk sesuatu yang bermutu tersebut tidak ada yang gratis. Jadi, katanya, setidaknya tahun depan sistem pendidikan di Sumbar sudah menerapkan sekolah berbayar.

Ia menjelaskan, membayar dalam hal ini adalah dalam bentuk sumbangan bagi keluarga yang mampu. Nominalnya juga tidak ditentukan, terserah kepada orang tua saja.

Sementara itu, katanya, bagi keluarga tidak mampu akan ditanggung oleh pemerintah atau negara. Jadi tidak ada alasan lagi bagi anak usia sekolah untuk tidak bersekolah.

Mengenai aturan tersebut, Ali Asmar menjelaskan, pemerintah provinsi Sumbar bersama dengan dinas pendidikan dan pihak terkait lainnya sedang menyiapkan konsepnya.

“Nanti akan diatur dalam bentuk Peraturan Gubernur. Dan akan dibahas bersama legislatif,” katanya.

Ia menjelaskan, pembayaran atau sumbangan ini tergantung kondisi orang tua. Sementara itu. Kepala sekolah juga diminta agar lebih transparan serta dapat mempertanggungjawabkan dana sumbangan tersebut.

Ia berharap dengan diterapkan sistem seperti itu akan berdampak bagi mutu pendidikan. “Kita harus meningkatkan daya saing, baik lokal, nasional, maupun internasional. Siswa didik kita harus mampu bersaing, ” katanya.

Kemudian mengenai Gebyar pendidikan tang dihelat Dinas Pendidikan Sumbar, Ali Asmar memuji kegiatan tersebut.

“Ini adalah hal yang bagus. Karena kita bisa melihat hasil dari kreativitas siswa didik kita. Mereka sudah melakukan inovasi, seperti adanya hasil karya mereka. Mereka juga kreatif. Untuk ke depannya kita harus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman mengatakan, gebyar pendidikan adalah agenda tahunan pada dinas tersebut.

Katanya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi dari pemerintah untuk siswa-siswa. Sehingga, ke depannya, siswa tersebut semakin berkembang.

“Banyak sekali hasil kreativitas siswa-siswa tersebut. Ada yang di bidang otomotif, desain, perkapalan, menjahit pakaian, membuat tas, dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapet menjadi motivasi bagi yang telah berbuat untuk meningkat kreativitasnya. Kemudian menjadi dorongan bagi yang belum melakukan.

“Pemerintah akan selalu mendukung agar para siswa mempunyai kreativitas, inovasi, dan lainnya,” tutupnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.