SMA 7 Solok Selatan Dapat Dana Pokir dari Anggota Dewan Mario Syahjohan

oleh -

Kepsek SMAN 7 Solsel bersama Ketua Komite sekolah, Suhaimi menunjukkan titik kerusakan asrama sekolah itu oleh bencana, kemarin.(afri)

SemangatNews,Solsel–SMAN 7 Solok Selatan (Solsel) mendapat dukungan dana perbaikan asrama sekolah itu, sebesar Rp 198 juta tahun ini. Dana ini berasal dari pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Sumatera Barat, Mario Syahjohan.

“Asrama sekolah sudah rusak sejak pertengahan Desember 2019. Renovasinya mendesak, sebab saat ini ada puluhan siswa yang tinggal di asrama sekolah dihantui rasa takut saban hari,” kata Kepala Sekolah SMAN 7 Solsel, Lili Suryani, Rabu (12/2/2020)

Dijelaskannya, kondisi asrama rusak parah ketika dihondo banjir dan sebagian terban akibat kontur tanah mengalami pergerakan pada 18 Desember lalu. Dinding bangunan retak di berbagai sisi. Sebanyak 45 pelajar sekolah tinggal di asrama itu. Terdiri dari 12 siswa putra dan 33 orang pelajar putri.

Pihak sekolah katanya, mesti rutin memonitor kondisi bangunan. Terlebih saat cuaca buruk, seperti hujan dan angin kencang. “Saat cuaca buruk, kita langsung memindahkan pelajar asrama ke ruangan yang lebih aman. Sementara, kita memanfaatkan ruang labor komputer atau mushalla sekolah.

Mengenai upaya perbaikan, pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan ke Dinas terkait. Termasuk mengirim aspirasi ke wakil rakyat. Gayung bersambut, saat ini usulan bantuan perbaikan itu direspon anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan.

Wakil rakyat ini setuju mengalokasikan dana pokir sekitar Rp 198 juta tahun ini. Diperuntukkan membangun turap atau dinding penahan tanah sepanjang 30 meter di belakang asrama sekolah di Nagari Abai itu. Jika bersisa, selanjutnya akan dimanfaatkan untuk merenovasi sarana lain, seperti fondasi dan dinding kamar mandi asrama.

Terpisah, Anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan dana pokir yang diarahkan untuk memperbaiki kerusakan sarana dan prasarana SMAN 7 Solsel, bentuk kepedulian terhadap dampak bencana. Hal itu juga bentuk perhatian memajukan dunia pendidikan sekaligus giat dalam pembangunan daerah dari pinggiran.