Jakarta, Semangatnews.com – Tren smartwatch di Indonesia kini mulai bergeser, tidak hanya fokus pada fitur canggih tetapi juga daya tahan baterai. Perangkat wearable dengan baterai “badak” semakin diminati karena mampu bertahan jauh lebih lama tanpa perlu sering diisi ulang.
Sejumlah produsen menghadirkan smartwatch dengan kemampuan baterai hingga satu bulan bahkan lebih. Hal ini menjadi solusi bagi pengguna yang menginginkan kepraktisan, terutama untuk aktivitas luar ruangan atau perjalanan panjang.
Perangkat seperti Garmin, Amazfit, hingga Coros menjadi contoh brand yang menghadirkan smartwatch dengan efisiensi daya tinggi. Beberapa di antaranya bahkan mengusung teknologi pengisian tenaga surya untuk memperpanjang masa pakai.
Salah satu model bahkan mampu bertahan hingga 80 hari dengan dukungan pengisian tenaga matahari. Teknologi ini memungkinkan smartwatch tetap aktif tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengisian daya konvensional.
Selain teknologi solar, inovasi lain seperti layar hemat energi dan sistem dual-chip juga menjadi faktor utama panjangnya daya tahan baterai. Kombinasi ini membuat konsumsi daya menjadi lebih efisien dalam berbagai kondisi penggunaan.
Tidak hanya itu, beberapa smartwatch juga menggunakan sistem layar ganda, yakni AMOLED dan layar low-power. Sistem ini memungkinkan perangkat tetap menyala dalam mode hemat energi tanpa mengorbankan fungsi utama.
Daya tahan baterai yang panjang sangat berguna bagi pengguna aktif seperti atlet, pendaki, hingga traveler. Mereka tidak perlu khawatir perangkat mati di tengah aktivitas penting.
Di Indonesia sendiri, kehadiran smartwatch dengan baterai tahan lama mulai menjadi pertimbangan utama sebelum membeli. Selain fitur kesehatan, faktor kepraktisan kini menjadi prioritas pengguna.
Meski demikian, smartwatch dengan baterai awet biasanya memiliki kompromi pada fitur tertentu, seperti tampilan layar atau performa aplikasi yang lebih sederhana.
Namun, perkembangan teknologi terus menghadirkan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya. Produsen kini berlomba menciptakan smartwatch yang tetap canggih namun hemat energi.
Ke depan, smartwatch dengan baterai tahan lama diprediksi akan semakin mendominasi pasar wearable, seiring meningkatnya kebutuhan pengguna akan perangkat yang praktis dan andal.(*)

