Jakarta, Semangatnews.com – Madame Web, Morbius, dan Kraven the Hunter menjadi tiga contoh film spin-off Spider-Man yang menuai hasil kurang memuaskan baik di box office maupun ulasan kritik dalam beberapa tahun terakhir, memaksa Sony Pictures untuk mengambil langkah strategis besar.
CEO Sony Pictures, Tom Rothman, mengonfirmasi dalam wawancara terbaru bahwa studio akan melakukan reboot total terhadap Spider-Man Universe (SSU) untuk menyegarkan kembali waralaba dan memulihkan kepercayaan penonton setelah serangkaian film yang dianggap gagal memenuhi harapan.
“Kami akan kembali menggarap karakter-karakter ini, tetapi dengan reboot yang segar dan new people di belakangnya,” ujar Rothman dalam podcast The Town with Matt Belloni.
Reboot ini akan mencakup perubahan besar pada jalur naratif dan tim kreatif, yang berarti kemungkinan besar pemeran serta tim produksi sebelumnya tidak akan kembali dalam versi semesta baru. Rothman menekankan bahwa Sony ingin menghapus imej yang kurang menguntungkan dan memulai dari awal dengan pendekatan yang lebih matang.
Keputusan reboot ini bukan berarti Sony akan meninggalkan karakter-karakter Marvel, melainkan memberikan mereka arah cerita dan kualitas film yang lebih kuat, sambil tetap memanfaatkan lisensi hak film yang dimiliki studio terhadap karakter-karakter tersebut.
Strategi tersebut muncul setelah beberapa judul sebelumnya mengalami kinerja yang buruk di bioskop global. Misalnya, Morbius hanya mengumpulkan pendapatan sekitar USD 162 juta secara global, sementara Madame Web bahkan lebih rendah dari itu, dan Kraven the Hunter tercatat sebagai salah satu film Spider-Man dengan penghasilan terendah Sony dalam era modernnya.
Meskipun semesta spin-off ini mendapatkan banyak sorotan karena koneksinya dengan ikon Marvel, Sony kini menyadari bahwa hanya berlandaskan nama besar saja tidak cukup untuk menarik minat penonton dan kritikus. Itu sebabnya studio ingin mengambil jeda dan merefleksikan apa yang perlu diubah dalam Spider-Man Universe.
Rothman juga menegaskan bahwa reboot ini tidak akan menghilangkan kerja sama Sony dengan Marvel Studios atau mengganggu keberadaan Spider-Man dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Proyek seperti Spider-Man: Brand New Day, yang dibintangi Tom Holland dan dijadwalkan tayang pada Juli 2026, tetap berjalan sebagai bagian dari kolaborasi antara Sony dan Marvel.
Selain itu, proyek animasi seperti Spider-Man: Beyond the Spider-Verse juga terus berkembang di bawah naungan Sony Pictures Animation, menambah lapisan beragam terhadap saga Spider-Man yang kini mencakup berbagai format film.
Belum ada detail spesifik soal karakter mana saja yang akan muncul dalam reboot atau bagaimana hubungan cerita baru ini dengan alur sebelumnya, tetapi Sony menyatakan akan mengungkap progres lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Pengumuman reboot ini memicu reaksi beragam dari penggemar. Ada yang menyambutnya sebagai peluang untuk mendapatkan cerita yang lebih baik dan terpadu, sementara sebagian lain masih merindukan karakter-karakter dan nuansa dari film-film sebelumnya.
Dalam industri film yang terus berkembang dan kompetitif, langkah Sony ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi studio untuk mempertahankan relevansi serta merespons selera penonton yang kian dinamis.
Dengan fondasi ulang yang direncanakan, publik dan penggemar superhero di seluruh dunia kini menantikan fase baru dari semesta Spider-Man yang mungkin lebih segar, ambisius, dan mampu memenangkan kembali hati audiens.(*)
