SEMANGATNEWS.COM – Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama menggandeng mitranya, BPJS Kesehatan untuk sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional di Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Provinsi Sumatera Barat di Kelurahan Ibuah Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sabtu 10 Mei 2025.
Ade mengatakan, Jaminan Kesehatan dan upaya mewujudkan generasi sehat dan bebas dari penyakit. Ade juga menjelaskan bahwa masyarakat harus mengutamakan pencegahan dibanding pengobatan.
” Masyarakat jangan rutin atau tiap hari ke Puskesmas untuk berobat, utamakan pencegahan. Ingatkan sesama untuk saling menerapkan pola hidup sehat,” Ucapnya
Untuk menekan agar masyarakat sehat, Presiden Prabowo juga mempunyai program berupa Cek atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG).
” Presiden Prabowo juga punya program pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat, sehingga masyarakat lebih peduli kesehatannya.”tutupnya.
Ade juga berharap kedepannya Posyandu juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ditengah masyarakat bisa terus mendapatkan tempat dan anggaran yang lebih besar.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis yang telah dimulai pertengahan Januari 2025 lalu juga berdampak terhadap peningkatan gizi dan pencegahan Stunting. Namun MBG juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab banyak produk atau bahan baku dari petani atau pedagang yang dibeli oleh dapur atau Satuan Penyedia Penyiapan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pemenuhan MBG. MBG yang saat ini dilaksanakan di Indonesia, merupakan adopsi dari Negara-negara maju di Dunia, diantaranya Inggris, Swedia, Jepang dan lainnya.
“MBG yang merupakan program Presiden Prabowo untuk membangun generasi emas Indonesia kedepannya, sebab akan sulit Indonesia emas jika masih banyak anak stunting atau kurang gizi,” Jelasnya.
Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (DAPIL) Sumbar 2 itu juga menambahkan, pembangunan manusia untuk mewujudkan generasi emas memang membutuhkan waktu yang panjang, berbeda dengan pembangunan fisik atau infrastruktur yang bisa dinikmati dalam 1 atau 2 tahun.
” Untuk mewujudkan generasi Indonesia emas memang butuh waktu yang panjang, berbeda dengan pembangunan fisik yang bisa dinikmati dalam waktu 1-2 tahun,” tambahnya.
Anggota DPR-RI tiga periode itu juga berharap kedepannya dapur atau SPPG sebagai mitra BGN dalam memenuhi gizi bagi peserta didik bisa terus bertambah, sehingga anak-anak Indonesia bisa mendapatkan gizi yang cukup.
” Tentu kita berharap jumlah dapur atau SPPG bisa terus bertambah, sebab memberikan dampak positif bagi anak-anak kita,” tambahnya.(ARYA)
