Sosok Jarot, Mengolah Ransam Pakis Menjadi Kap Lampu Hias, Pembatas Ruang serta Kursi Menjadi Unik dan Menarik

oleh -
Jarot pengrajin sedang mengolah hasil karyannya.

SEMANGATNEWS.COM – Dunia seni rupa dan kerajinan sejak lama hingga kini di Tanah Air tak pernah kering dari penemuan dan ide-ide baru serta menarik untuk diangkat kepermukaan menjadi sesuatu yang bernilai, baik dari aspek estetik maupun tujuan dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat pengguna/pemakai produk tersebut.

Jika selama ini kap lampu hias, pembatas ruang atau bahkan kursi ruang tamu terbuat dari kayu, rotan atau bambu merupakan sesuatu yang lumrah dan sudah umum kita saksikan dimana pun tempat dan lokasinya di tanah air. Tetapi membuat kap lampu, pembatas  ruang atau bahkan kursi dengan memanfaatkan ransam pakis (paku-istilah Minang-red) baru pertama kali dibuat di Sumatera Barat bahkan di Indonesia.

Baca Juga:  Pemprov Gelar Musrenbang, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Karena Covid Sempat Minus 1,16 persen Tahun 2020.

Hal itulah yang dilakukan Jarot (59 th) penduduk Parak Laweh, Lubuk Begalung Padang di “Studio Seni Ransam Pakis”, Jalan Raya Parak Laweh No. 9 Padang, Jumat (11/2).

Menurut Jarot kegiatan memanfaatkan limbah pakis yang sudah berumur tua untuk dimanfaatkan itu dirintis baru seumur jagung persisnya belum mencapai setahun lamanya, karena sebelumnya Jarot menekuni usaha budidaya jamur di Parak Laweh, Gang Kuburan, Lubuk Begalung, Padang. Budidaya jamur ini tetap jalan tapi agak sedikit melambat karena kondisi covid.19 sehingga konsumen berkurang.

Baca Juga:  Obyek Wisata 1000 Rumah Gadang Gajah Maram dan Menara Songket Solok Selatan Pukau Mata Publik
lampu hias karya Jarot Pasia Laweh Padang

Mengisi kekosongan waktunya, Jarot tidak kehilangan akal, kemauan keras melihat peluang “ransam pakis” yang selama ini hanya sebagai limbah tak berarti saya coba mengeksplorasi menjadi sesuatu yang menarik, enak dipandang mata dan fungsinya. Apalagi ia berdiskusi dengan sejumlah teman-temannya dengan basic seni termasuk keponakannya Hendry Lesmana (49 th) yang juga berdarah seni rupa.