Jakarta, Semangatnews.com – Setelah sekian lama kekurangan pasokan, SPBU Shell akhirnya kembali menjual bahan bakar minyak (BBM). Pada pengumuman resmi yang dikeluarkan Sabtu malam (6 Desember 2025), Shell Indonesia menyatakan bahwa BBM jenis “Shell Super” kini sudah tersedia kembali di jaringan SPBU mereka.
Ketersediaan BBM ini terjadi setelah Pertamina Patra Niaga menyuplai 100.000 barel base fuel alias BBM dasar ke Shell. Pasokan ini menjadi bagian dari skema business-to-business (B2B) yang disepakati antara Pertamina dan Shell.
Dalam pernyataannya, Direktur Mobilitas Shell Indonesia menyebutkan bahwa proses distribusi dan penyediaan BBM sudah memasuki tahap akhir, sehingga Shell Super bisa segera dihadirkan di SPBU–SPBU mereka di berbagai area.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa stok Shell Super kini telah tersedia di banyak lokasi — terutama di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Daerah-daerah seperti Tangerang, Cilegon, Serang, Bogor, Bekasi, hingga Bandung menjadi bagian dari distribusi ulang ini.
Meski demikian, jenis BBM dengan oktan lebih tinggi maupun varian premium — seperti V‑Power atau V‑Power Nitro+ — dilaporkan belum kembali tersedia di semua SPBU Shell. Shell mengimbau konsumen untuk memeriksa ketersediaan jika membutuhkan jenis tertentu.
Penyaluran kembali BBM ke Shell ini dilakukan di tengah kekosongan stok selama beberapa bulan terakhir, yang sempat dirasakan oleh pengguna layanan Shell. Banyak SPBU swasta, termasuk Shell, BP‑AKR, dan Vivo, mengalami kelangkaan akibat kendala pasokan minyak dasar.
Pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional — memastikan bahwa BBM tetap tersedia meskipun distribusinya tidak berada di bawah operator BUMN saja.
Bagi konsumen, kembalinya Shell Super tentu disambut baik — terutama pengguna kendaraan yang selama ini harus bergantung pada SPBU BUMN atau mencari alternatif lain. Namun konsumen diimbau tetap memantau ketersediaan stok sebelum mengisi — sebab distribusi ke seluruh SPBU bisa membutuhkan waktu.
Dengan pasokan baru ini, Shell berharap dapat memulihkan kepercayaan pelanggan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar BBM non‑subsidi di sejumlah kota besar dan penyangga seperti Banten dan Jawa Barat.
Kembalinya Shell sebagai penyalur BBM komersial juga menunjukkan dinamika pasar BBM swasta di Indonesia — di mana kerja sama lintas perusahaan migas dan agregator pasokan bisa menjadi solusi di tengah fluktuasi suplai global.
Dengan demikian, era kelangkaan di SPBU swasta — terutama Shell — berpotensi berakhir, meskipun ketersediaan penuh di seluruh varian BBM kemungkinan butuh waktu dan pemantauan lebih lanjut.
Semoga dengan pasokan dan distribusi yang baru ini, masyarakat pengguna BBM Shell bisa menjalani aktivitas sehari‑hari tanpa lagi terbebani oleh kelangkaan bahan bakar.(*)
