Jakarta, Semangatnews.com – Performa Manchester City di ajang Piala Liga Inggris kembali menjadi sorotan jelang final musim 2026. Tim berjuluk The Citizens itu dinilai tampil luar biasa setiap kali melangkah ke partai puncak.
Catatan impresif ini membuat banyak pihak menyebut Manchester City sebagai “raja final” di kompetisi tersebut. Dominasi mereka terlihat jelas dari konsistensi hasil yang sulit ditandingi klub lain.
Sepanjang sejarah, Manchester City sudah sembilan kali tampil di final Piala Liga Inggris. Dari jumlah tersebut, mereka sukses meraih delapan kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Satu-satunya kekalahan itu terjadi pada tahun 1974 saat menghadapi Wolverhampton Wanderers. Sejak saat itu, City nyaris tak pernah gagal jika sudah mencapai final.
Bahkan dalam tujuh final terakhir yang mereka jalani, Manchester City selalu keluar sebagai juara. Catatan ini semakin mempertegas dominasi mereka di kompetisi domestik tersebut.
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari tangan dingin pelatih Pep Guardiola yang berhasil membawa timnya meraih banyak gelar.
Guardiola bahkan tercatat sebagai pelatih dengan koleksi trofi Piala Liga Inggris terbanyak dalam sejarah. Ia sukses membawa City meraih empat gelar secara beruntun pada periode 2018 hingga 2021.
Menjelang final 2026, Manchester City akan menghadapi rival kuat mereka, Arsenal di Stadion Wembley.
Pertemuan ini bukan yang pertama di partai puncak. Pada final tahun 2018, City berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor telak 3-0.
Rekor tersebut tentu menjadi modal penting bagi City untuk kembali menunjukkan dominasi mereka di laga final.
Namun, Arsenal datang dengan ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar dan siap memberikan perlawanan sengit.
Laga final ini diprediksi akan menjadi pertarungan menarik antara dua tim terbaik Inggris saat ini, sekaligus ujian apakah Manchester City mampu mempertahankan reputasi mereka sebagai tim yang “bagus banget” di laga final.(*)

