Sulit Bagi Sumbar Capai Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

oleh -

Sulit Bagi Sumbar Capai Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Semangatnews, Padang – Sulit bagi Sumatera Barat capai pertumbuhan ekonomi capai 7 persen karena sektor yang bergerak di daerah lebih didominasi oleh sektor pertanian. Sementara sektor industri kurang berkembang baik di Sumbar.

Hal ini diungkap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada saat membuka Musrenbang Perobahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sumatera Barat 2005-2025 di Pangeran Beach Hotel, Senin (2/12/2019).

Irwan Prayitno lebih lanjut bilang, Sumatera Barat pernah mendapat pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen pada saat ada dana 3,1 Triliun untuk rebah rumah pasca bencana tahun 2009. Dimana pembelian bahan bangunan semen dan lain-lain kebutuhan sehingga meningkat sektor riil cukup besar.

” Jika ada orang mematok target pertumbuhan ekonomi Sumbar sampai 7 persen itu sangat tidak tepat karena sektor utama Sumbar itu bergerak hanya di sektor pertanian, makanya pertumbuhan ekonomi Sumbar 5-6 persen itu sudah bagus dalam mengakses produktifitas masyarakat yang hidup pada sektor pertanian”, ujarnya.

Gubernur Sumbar itu juga menyampaikan, kenaikan pertumbuhan ekonomi suatu daerah hingga 7 persen itu cendrung terlihat pada daerah-daerah yang potensi bertumbuhnya lebih besar pada sektor industri, besar maupun kecil dan menengah.

” Sumatera Barat hanya ada satu-satu industri besar Semen Padang, tidak ada indutri lainnya dapat tumbuh di daerah inj selain faktor wilayah juga soal tenaga kerja dan watak masyarakat Sumbar yang lebih terbiasa kerja mandiri. Potensi alam kita lebih cukup bajk hanya pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun perkebunan besar seperti sawit lebih besar pendapatannya untuk pusat”, kata Irwan.

Irwan juga menyampaikan APBD Sumbar walau sudah 7,3 Triliun masih termasuk provinsi miskin yang Pendapatan Asli Daerah masih rendah 6 persen dari jumlah APBD. Lihatlah Provinsi Aceh Darussalam APBD mereka sudah 15 Trilin, Riau 20 Triliun, Sumsel dan daerah maju lainnya di Jawa apalagi.

“Saat ini kinerja ekspor Sumbar cukup mengalami peningkatan, hingga pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2019 (triwulan III) sebesar 5,16%, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,02%. Hal ini terlihat volume ekspor tahun 2018 sebesar 4.907 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar U$ 1.595 Juta dan pada tahun 2017 volume ekspor sebesar 4.723 ribu ton dengan Nilai ekspor US $ 2.046 sedangkan volume impor pada tahun 2017 sebesar 1.025 ribu ton, dengan nilai impor U$ 446 juta menjadi 1.138 ribu ton dan nilai impor U$ 546 juta pada tahun 2018 “, ujar Irwan.