Sumbar Terima Batuan Senilai 1,5 Miliyar, BNPB Gelar Raker Penanganan Covid-19 Dan Mitigasi Bencana

oleh -
Kepala BNPB serahkan bantuan senilai 1,5 Milar kepada Gubernur Sumbar, Pessel Kamis (15/4/2021)

SEMANGATNEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyerahkan bantuan bagi tenaga medis senilai Rp. 1.594.620.000 kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan itu dukungan berupa Rapid test Antigen 15.000 test, kemudian masker kain 20.000 pcs, Masker medis 20.000 pcs, Handsanitizer 750 jerigen dan masker kain anak-anak 10.000 pcs, dan masker medis anak 10.000 pcs.

Baca Juga:  PWI dan IKWI Pusat Takziah ke Rumah Duka Almarhum Encub Subekti Serahkan Uang Duka Rp 25 Juta

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri acara rapat kerja penanganan covid-19 dan mitigasi bencana di Sumatera Barat bertempat di Kantor Bupati Pessel, Kamis, (15/4/2021).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan BNPB dalam membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan dan memerangi Covid-19.

Baca Juga:  Mengunjungi Seniman Seni Rupa "Urang Awak" di Yogyakarta dan Bandung Amrizal Salayan, Karya Seni Merupakan Cerminan Atau Tanda Siapa Senimannya

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mesti terus bahu-membahu untuk membantu masyarakat serta tenaga medis dalam mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia,” pintanya.

Selain itu terkait mitigasi bencana di Sumbar khususnya di kabupaten pesisir selatan Doni Monardo memimta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan banjir, tanah longsor, banjir bandang, gelombang angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

Baca Juga:  Kasus Covid Sumbar Meningkat, Gubernur Mahyledi Himbau Bupati dan Walikota Tegas Dalam Penerapan Prokes Masyarakat Di Wilayah Masing-Masing

“Jadi ke siap siagaan bencana perangkat daerah itu betul-betul maksimal dengan mengikuti informasi dari BMKG terkait dengan masalah ancaman yang terjadi, sesuai siklon tropis, termasuk informasi pakar-pakar gempa dan tsunami yang perlu di pahami yang akan menjadi esensinya,” ungkap Doni.