Syafril,SE Dt Rajo Api, Apresiasi Joni Hartono Melakukan Penakaran Bunga Raflesia, Menjaga Alam Itu Penting

oleh -
Ketua LKAAM Palupuh Syafril SE Dt Rajo Api dan Joni Hartono serta Adelina Sovia sebagai peserta Nobar dan Diskusi peluang dan tantangan Bunga Raflesia, Sabtu malam ( 11/6/2022)

SEMANGATNEWS.COM – Sebagai Ketua LKAAM Palupuh, kita selalu mendukung kegiatan-kegiatan dan upaya melestarikan lingkungan alam di kecamatan Palupuh sebagai aktifitas yang sepatutnya. Dan kita mengapresiasi apa-apa yang dilakukan anak kemanakan kita Joni Hartono sebagai satu-satunya di Sumbar yang berhasil melakukan penakaran bunga Raflesia di Batang Palupuh sebagai aset biodiversity Sumbar.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau ( LKAAM) Kecamatan Palupuh Syafril,SE Dt. Rajo Api disela-sela acara Nonton Bareng ( Nobar) dan Diskusi dengan tema Potensi dan Tantangan Kekayaan Raflesia serta mengawal Biodivesrcity Sumbar di Padang, Sabtu malam ( 11/6/2022).

Syafril Dt. Rajo Api juga menyampaikan terima kasih terhadap pengelola cannel yuotube Interes yang telah mau memberikan perhatian dan mengangkat terhadap potensi alam Palupuh sebagai salah satu potensi Raflesia terbesar di Sumbar.

“Mudah-mudahan ini akan mampu menginspirasi banyak orang dan masyarakat Palupuh sendiri untuk bangkit memberikan karya dan dedikasi dalam menjaga lingkungan alam Palupuh sebagai usaha dan kegiatan perekonomian yang menguntungkan, dari pada merusak alam seperti menebang pohon mencari kayu bakar. Tidaklah baik mencari penghidupan dengan merusak alam, menjaga alam lebih baik demi kelangsungan hidup selanjutnya,” ujarnya.

Syafril,SE Dt Rajo Api, bersama Zardi Syahrir dan Kadis Kehutanan Sumbar Ir. Yozarwardi di Acara Nobar dan Diskusi Peluang dan Tantangan penakaran Bunga Raflesia

Syafril yang lebih dikenal dengan panggilan Nyiak Api yang juga anggota DPRD Agam juga menambahkan, memanfaatkanlah potensi alam Palupuh dengan kegiatan pertanian, perkebunan atau kegiatan wisata alam dan tumbuh-tumbuh dengan sebaik-baiknya yang tentu akan memberikan dampak positif dalam menjaga kelestarian alam.

“Tadi juga diterangkan potensi wisata bunga Raflesia tidak dapat dilakukan secara massal, karena akan dapat merusak keberadaan bunga Raflesia itu sendiri. Akan tetapi wisata ini hanya dapat dilakukan dengan kelompok terbatas. Tentunya peluang ekonomi ini dapat dimanfaatkan oleh anak nagari aktifitas wisata dengan tetap menjaga kelestariaan alam sebagai budaya dan jatidiri orang Palupuh yang beradab,” ajaknya.

Kepala BKSDA Resort Maninjau Ade Putra juga mengatakan, potensi bunga Raflesia Sumatera Barat lebih besar dengan jumlah 36 titik tumbuh dari 14 daerah kabupaten kota dan terbesar di kabupaten Agam 16 titik tumbuh, dari pada yang ada di provinsi Bengkulu yang hanya ada 22 titik tumbuh.

“Tumbuhnya bunga Raflesia menandakan hutan dan lingkungan alam masih dapat dikategorikan baik dan alam yang sehat bagi pengembangan tumbuhan menjaga biodivercity Sumbar. Palupuh salah satu daerah subur untuk penakaran bunga Raflesia. Tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama sehingga membawa kebaikan bagi masyarakat sekitarnya,” himbaunya. (zs)

No More Posts Available.

No more pages to load.