Syaiful Bahri : Ayok Seniman, Budayawan dan Wartawan Kita Majukan Kebudayaan Sumbar

by -
Jon Wahid di saksikan Kadis Kebudayaan Sumbar membuka selubung karyanya " Perempuan Tangguh"

Semangatnews.com-Padang, Ayok, Seniman, Budayawan dan Wartawan kita sinergikan semangat memajukan kebudayaan Sumatera Barat sebagai upaya melestarikan sejarah, nilai-nilai tradisi, berkesenian, berwawasan budaya kepada generasi muda dan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya tak benda di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri,SP.MM ketika meresemikan karya patung Jon Wahid di pelataran Kantor Dinas kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang dihari oleh seniman, budayawan dan jajaran Dinas Kebudayaan Sumbar, Senin malam, 12 Januari 2026.

Lebih lanjut Kadis Kebudayaan Sumatera Barat mengatakan, kita semua tahu perjalanan kesenian Sumatera Barat yang pernah akrab dan bersahabat selalu membawa misi detak jantung warga ranah minang memajukan mengelorakan kemajuan pembangunan Sumatera Barat.

“Para seniman dan budayawan serta wartawan selalu berkalaborasi dalam setiap event kebudayaan baik di Sumatera Barat maupun secara nasional dan internasional. Sudah banyak karya dan tampilan pertunjukan yang memberikan kebanggaan dan keterpilihannya mewakili di pentas dunia,” ungkap Syaiful Bahri.

Syaiful Bahri juga mengukapkan kisah-kisah heroiknya bersama seniman melakoni berbagai aktifitas pertunjukan di Jakarta yang mampu mendapat simpatik para perantau dan konglomerat ibu kota Jakarta. Tiada hari untuk tidak memajukan kebudayaan Sumatera Barat dimana dan apapun kondisinya.

“Kenangan indah masa itu terasa dekat hari ini, karena itu kami ingin membangkitkan kembali bagaimana generasi muda  dan masyarakat kita kembali melek akan kesenian dan berkebudayaan Sumatera Barat yang berfilosofikan, adat basandi syarak- syarak basandi kitabullah bergemuruh majukan pembangunan Sumatera Barat saat ini,” harapnya.

Syaiful Bahri katakan, untuk itu kami mengajak seniman dan budaya dapat beraktifitas dilingkungan Dinas Kebudayaan menyesuiakan kondisi ke kinian, kami sadar sarana dan prasarana kita belum sepenuhnya tersedia baik dan terbengkalai.

“Apakah dengan kondisi gedung fasilitas kebudayaan yang terbengkalai ini, kita tertidur pula dalam aktifitas kebudayaan. Tentunya tidak, karena semangat berkebudayaa itu akan selalu hidup dan tumbuh dari para seniman, budayawan setiap waktunya. Karena itu kami mengajak agar kegiatan berkebudayaan itu dapat kembali tumbuh sebagaimana mestinya,” himbaunya.

Jon Wahid senirupa Sumbar dalam kesempatan itu, menyampaikan rasa terkejutnya karena mendadak disuruh memberikan kata sambutan untuk karya yang telah dibuatnya. Dia mengatakan, Seni patung kawat adalah bentuk seni tiga dimensi di mana seniman menggunakan kawat  untuk membentuk figur atau objek, bisa dengan teknik melilit untuk bentuk padat atau menyambung untuk struktur ringan, menghasilkan karya yang dinamis, detail, dan seringkali transparan, menampilkan keindahan dari material sederhana menjadi karya seni yang hidup. 

“Patung tiga dimensi ini berjudul ” Perempuan Tangguh” itu memberikan makna peran perempuan dalam menjaga rumah tangga, mendidik anak dan menjaga kerukunan hidup keluarga bagian tak terpisahkan bagaimana kasih sayang ibu itu sepanjang zaman,” ungkapnya.

Jon Wahid juga katakan, perempuan merupakan perlambang kesejukan, keindahan dan kebaikan budi yang tak pernah lelah menjaga cinta dan kekasih hatinya, tanpa imbalan selain harapan menjaga keutuhan dan keharmonisan kehidupan sejatinya.

“Perempuan tangguh itu juga perlambang kesetiaan dan ketulus ikhlas kasih dan sayang,” ungkapnya sederhana.

Ini semua salah satu bahagian penting dari 10 hari kerja Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri dari pelantikan pada tanggal 2 Januari 2026 lalu, memberikan tempat, apresiasi akan kegiatan kesenian dan kebudayaan Sumbar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.