Syuting Film Internasional di Kota Tua, Gubernur Pramono Anung Tegaskan Jakarta Kota Terbuka

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kawasan Kota Tua Jakarta kembali menjadi sorotan setelah dipilih sebagai lokasi syuting film internasional yang dibintangi Lisa BLACKPINK. Kehadiran bintang kelas dunia itu langsung menyedot perhatian publik dan memunculkan antusiasme warga yang ingin menyaksikan langsung proses produksi film berskala global di jantung ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi aktivitas syuting tersebut dengan sikap terbuka. Ia menegaskan bahwa Jakarta adalah kota global yang siap menerima berbagai kegiatan kreatif, termasuk produksi film internasional yang melibatkan artis dunia.

Menurut Pramono, pemilihan Jakarta sebagai lokasi syuting menunjukkan kepercayaan industri perfilman internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan daya tarik visual kota ini. Ia menilai Kota Tua memiliki nilai historis dan estetika yang kuat sehingga layak ditampilkan di layar lebar dunia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, tidak ingin menghambat kreativitas selama semua proses berjalan sesuai aturan. Ia memastikan bahwa setiap kegiatan produksi film harus tetap mengedepankan ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Selama proses syuting berlangsung, sejumlah pengaturan lalu lintas dilakukan di sekitar kawasan Kota Tua. Rekayasa arus kendaraan diterapkan untuk mendukung kelancaran produksi sekaligus meminimalkan dampak bagi aktivitas warga dan wisatawan.

Aparat keamanan dan petugas terkait turut dikerahkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Koordinasi antara pihak produksi, pemerintah daerah, dan kepolisian menjadi kunci agar proses syuting tidak menimbulkan gangguan berarti.

Kehadiran Lisa BLACKPINK di Jakarta membawa dampak positif dari sisi promosi pariwisata. Banyak pihak menilai film ini berpotensi memperkenalkan wajah Jakarta, khususnya Kota Tua, kepada penonton internasional.

Warga sekitar pun menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagian berharap kawasan Kota Tua semakin dikenal dunia dan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan setelah film ini dirilis secara global.

Pramono juga melihat kegiatan ini sebagai peluang pembelajaran bagi pelaku industri kreatif lokal. Kolaborasi dengan tim produksi internasional diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perfilman dan hiburan.

Pemprov DKI Jakarta sendiri terus mendorong Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif. Dukungan terhadap kegiatan seni, budaya, dan film menjadi bagian dari strategi menjadikan Jakarta kota yang kompetitif di tingkat internasional.

Meski demikian, Pramono mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keterbukaan Jakarta harus tetap diiringi dengan tanggung jawab dari setiap pihak yang beraktivitas di dalamnya.

Dengan berlangsungnya syuting film internasional di Kota Tua, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota terbuka, ramah kolaborasi, dan siap tampil di panggung global melalui karya-karya kreatif berskala dunia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.