Tambo Art Centre Siap Menggelar Pameran Seni Rupa dengan 38 Perupa Sumbar di Padangpanjang

by -
Ketua Komunitas Tambo Art Centre Sumbar Yon Indra (kiri) dan Anggota seniornya pelukis Hamzah
Ketua Komunitas Tambo Art Centre Sumbar Yon Indra (kiri) dan Anggota seniornya pelukis Hamzah

PADANGPANJANG, SEMANGATNEWS.COM – Tiga puluh delapan perupa Sumatera Barat siap memeriahkan pameran seni rupa yang digelar komunitas Tambo Art Centre dalam rangkaian HUT Kota Padangpanjang ke 233 yang digelar sejak 29 November sd 3 Desember 2023  di GOR Khatib Sulaiman, Banca Laweh, Padang Panjang, Sumatera Barat.

Dari tiga puluh delapan perupa yang ikut berpartisipasi pada pameran yang masih mengangkat isu # Alua jo Patuik” 2 yang merupakan kelanjutan #Alua jo Patuik”1 tahun lalu dengan tema  “Manjujuang basingguluang mancancang balandasan” lima perupa merupakan peserta dari luar Sumbar, yakni dua perupa dari Yogyakarta dan tiga perupa dari provinsi Riau, semuanya merupakan urang awak yang berada di rantau.

Hamzah, “Menua, 200x140 CM. Cat minyak, 2020
Hamzah, “Menua, 200×140 CM. Cat minyak, 2020

Menurut ketua komunitas Tambo Art Centre, Yon Indra didampingi anggota senior komunitas ini, Hamzah, ketika dihubungi Semangatnews.com di Padangpanjang, Selasa sore 21.11.23, menyebutkan pada pameran ini kita membahas nilai-nilai yang ada pada masyarakat Minangkabau, karena seni adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyaratat.

Apapun yang ada di sekitar seniman akan mempengaruhi cara berfikir seniman itu sebagai bagian dari masyarakat, maka masyarakat Minangkabau dengan segala keunikannya memiliki dalil-dalil adat dan agama dalam membahas sesuatu, mengkritik, mengangkat dan mempersentasikan gagasan.

Yon Indra, Spirit Religi, mixed media, 90cm x 130 cm, 2023
Yon Indra, Spirit Religi, mixed media, 90cm x 130 cm, 2023

“Begitu pula dengan seni, dengan segala teori-teorinya hingga menjalin keterhubungan antara dalil-dalil adat di satu sisi dan teori seni di sisi lainya,” ujar Yon Indra dan Hamzah.

Menurut Yon Indra dan juga pelukis kelahiran Lintau 8 Oktober 1971 itu, menyebutkan peran strategis yang di emban salah satu komunitas seni rupa seperti Tambo Art Centre yang telah berusia lebih satu dekade ini di Sumatera Barat, selain mampu merangkul potensi para perupa yang ada ada baik di daerah maupun di luar daerah juga diharapkan mampu menjembatani karya seni rupa dengan publiknya, dalam ranah visual artistik dan estetik tinggi.kemudian juga menjadi bagian terpenting pembangunan sektor kebudayaan bidang seni rupa.

Hidayat di Kincie, Pondasi, 140x148 cm, Akrilik, 2023
Hidayat di Kincie, Pondasi, 140×148 cm, Akrilik, 2023

Pelukis Hamzah, anggota senior Komunitas Tambo Art Centre dan juga dosen seni murni ISI Padangpanjang tersebut, menambahkan, sejak beberapa tahun silam komunitas ini diberi ruang berupa sekretariat dari Pemko Padangpanjang di salah satu gedung PDIKM Padang Panjang itu yang merupakan fasilitas tempat berdiskusi dan berkumpulnya para perupa guna membahas dan mendiskusi dunia kesenirupaan bahkan juga di gunakan untuk ruang pameran rutin di kota serambi Mekkah tersebut.

Roni Sarwani, Lelah, akrilik 120x120 cm, 2023
Roni Sarwani, Lelah, akrilik 120×120 cm, 2023

Diharapkan pada pameran # Alua jo Patuik” 2 ini publik dapat menikmati karya-karya terbaik hasil penjelajahan kreativitas para perupa Sumatera Barat di GOR Khatib Sulaiman, Banca Laweh, Padang Panjang yang menarik untuk di apresiasi, disimak dan ditelusuri lebih jauh dan lebih tentang karya-karya yang dipajang.

Turut serta berpameran kali ini, diantaranya terdapat nama Yon Indra, Hamzah, Hidayat Di Kincie, Roni Sarwani, Syifa Rahmadani, Rizal MS, seniman sketsa Indonesia asal Kayutanam, Body Dharma, Metrizal dan sejumlah nama perupa lainnya, ujar Yon Inda Hamzah memberi penjelasan. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.