Tanggul “Baswedan” di Jati Padang Ambruk, Rumah Warga Terendam dan Anak-Anak Bermain di Genangan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Suasana panik menyelimuti kawasan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, setelah bagian dari tanggul yang dikenal dengan istilah “Tanggul Baswedan” jebol pada Jumat siang. Dari pantauan di lokasi, terlihat dinding penahan air longsor dan air sungai langsung meluap ke permukiman di sekitarnya, sehingga ruas jalan warga pun tertutup oleh reruntuhan beton tanggul.

Tanggul yang dibangun pada 2017 tersebut pecah tepat di sisi musala Sabili, sehingga akses warga ke beberapa rumah terhambat oleh air dan sisa tanggul yang roboh. Beberapa warga yang rumahnya terendam memilih untuk segera memindahkan perabotan ke bagian rumah yang lebih tinggi.

Salah satu warga yang memilih tetap berada di rumah meski ruangan bawah sudah mulai tergenang menceritakan bagaimana air tiba-tiba naik dalam waktu singkat setelah tanggul ambles. “Waktu itu saya sedang di ruang tamu, tiba-tiba air masuk dan saya pikir banjir biasa, tapi ini luapan langsung karena penahan air ambrol,” ujarnya.

Anak-anak di lingkungan tersebut tampak bermain di genangan air dengan riang, sementara orang tua mereka sibuk mengepel dan mengangkat barang-barang basah ke atas. Kondisi ini menggambarkan betapa cepatnya dampak jebolnya tanggul terhadap aktivitas harian warga.

Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, genangan air masih tampak di 11 RT pada pagi harinya setelah kejadian, dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter di beberapa titik.

Pihak BPBD menyebut bahwa penyebab utama jebolnya tanggul adalah tingginya curah hujan yang melanda wilayah Jakarta sejak Kamis malam, serta luapan sungai yang tidak tertahan setelah penahan utama roboh.

Sebelumnya, bagian tanggul yang sama juga pernah jebol pada Juli 2025, namun titik kerusakannya berbeda dengan kejadian kali ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan baru dari warga tentang kondisi tanggul dan kesiapan pemeliharaan yang dilakukan pemerintah setempat.

Warga berharap agar instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen dan tidak hanya penanganan darurat saja. “Kita butuh jaminan bahwa ini tidak terjadi lagi,” kata salah satu tetangga yang terdampak.

Sementara itu, petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan penanggulangan banjir telah meninjau lokasi dan memutuskan untuk memasang tanggul sementara serta melakukan pompanisasi agar genangan cepat surut. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi konstruksi tanggul tersebut.

Pemilik rumah-rumah yang terdampak mulai mendata kerugian material dan meminta agar pihak terkait dapat membantu. Sejumlah warga menyatakan siap menggugat jika perbaikan tanggul tidak segera dilakukan karena khawatir kejadian berulang.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi pemangku wilayah bahwa sistem tanggul dan manajemen air perlu ditinjau kembali agar tidak mudah rusak akibat cuaca ekstrem dan konstruksi yang rapuh.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.