Tanjung Puting Dikepung Karhutla, Pemadaman Udara Terkendala Kabut Asap

by

Jakarta, Semangatnews.com – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah menyusul luasnya kawasan yang terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran di kawasan tersebut mencapai 513,89 hektare dalam laporan penanganan karhutla per Selasa (13/10/2026).

Kebakaran yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan itu menjadi penyumbang terbesar dari total 639,23 hektare lahan yang masih ditangani di enam provinsi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah meningkatkan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah perluasan wilayah terdampak.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menghadapi sejumlah tantangan. Selain luasnya kawasan yang terbakar, kondisi asap tebal juga menyulitkan pelaksanaan operasi udara yang diperlukan untuk menjangkau titik api tertentu.

Saat ini, petugas memprioritaskan pemadaman melalui jalur darat dengan dukungan personel dan peralatan tambahan. Pangdam Kalimantan Tengah turut memimpin penanganan di lapangan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan operasi.

Sementara itu, rencana pemadaman menggunakan helikopter melalui metode water bombing belum dapat dilaksanakan secara optimal. Rendahnya jarak pandang akibat kabut asap menjadi kendala utama karena penerbangan harus mempertimbangkan keselamatan awak dan efektivitas operasi.

BNPB telah mengupayakan pengerahan armada udara dari Palangkaraya dan Banjarmasin. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas membuat operasi udara belum bisa menjangkau wilayah sasaran sebagaimana diharapkan.

Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian lingkungan. Kawasan konservasi tersebut dikenal sebagai habitat orangutan Kalimantan dan berbagai satwa liar lainnya, sehingga kebakaran berpotensi mengganggu ekosistem serta mengancam keberlangsungan hidup satwa yang bergantung pada hutan.

Selain ancaman terhadap keanekaragaman hayati, karhutla juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan akibat paparan asap. Masyarakat di sekitar wilayah terdampak perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengikuti imbauan petugas apabila kondisi lingkungan memburuk.

Pemerintah turut mengupayakan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan kebakaran. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan sehingga proses pemadaman lebih efektif, terutama ketika kondisi cuaca belum mendukung pengendalian api secara alami.

Presiden Prabowo Subianto meminta agar penanganan karhutla dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Koordinasi antarlembaga menjadi penting agar kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan operasional dapat dipenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Upaya pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting kini menjadi bagian penting dari penanganan karhutla nasional. Pemerintah bersama petugas kehutanan dan unsur terkait diharapkan terus memperkuat pengawasan, mempercepat pengendalian api, serta melindungi kawasan konservasi agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.