Target 8.000 Kopdes Beroperasi Pekan Ini, Pengunduran Diri 159 Manajer Jadi Tantangan Baru

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah terus mempercepat persiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dengan menargetkan sekitar 8.000 unit mulai beroperasi pada Oktober 2026. Namun, rencana tersebut dihadapkan pada perkembangan pengunduran diri 159 manajer yang sebelumnya dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa sebanyak 159 manajer Kopdes Merah Putih telah resmi mengundurkan diri. Informasi tersebut disampaikannya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026.

Joao menyatakan bahwa mundurnya para manajer tidak berarti negara mengalami kerugian. Ia menilai pembinaan yang telah diberikan, termasuk melalui latihan dasar militer, tetap memiliki manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia meskipun sebagian peserta tidak melanjutkan tugasnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kebutuhan untuk memastikan seluruh koperasi yang ditargetkan beroperasi memiliki pengelola yang siap menjalankan tugas. Manajer berperan penting dalam mengoordinasikan kegiatan usaha, mengawasi ketersediaan barang, serta memastikan pelayanan koperasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya mengungkapkan bahwa hampir 29.000 Kopdes Merah Putih telah mencapai tahap kesiapan pembangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 koperasi sedang menjalani proses pemenuhan perlengkapan untuk mendukung kegiatan operasional.

Kebutuhan yang dipersiapkan meliputi berbagai komoditas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan LPG. Ketersediaan barang tersebut diharapkan dapat mendukung fungsi koperasi sebagai salah satu saluran distribusi kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Selain barang dagangan, pemerintah turut memeriksa kesiapan kendaraan untuk mendukung distribusi. Truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga menjadi bagian dari sarana yang diperiksa agar dapat dipastikan keberadaannya sekaligus kelayakannya untuk digunakan dalam kegiatan operasional.

Pemeriksaan tersebut menjadi penting karena keberadaan fasilitas secara administratif belum tentu menjamin kesiapan pelaksanaan di lapangan. Kendaraan harus memiliki kondisi yang layak, sementara barang yang akan dipasarkan perlu tersedia sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing koperasi.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa pembahasan mengenai penempatan manajer Kopdes Merah Putih telah dilakukan. Meski demikian, informasi terperinci mengenai penempatan seluruh manajer dan kesiapan masing-masing lokasi belum dipaparkan secara lengkap dalam keterangan yang tersedia.

Kopdes Merah Putih juga dirancang untuk membantu penyaluran bantuan pangan pemerintah. Program tersebut mencakup persiapan bantuan beras sebanyak 1 juta ton bagi 33,2 juta penerima dari kelompok desil satu hingga empat, sehingga kesiapan distribusi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.

Dengan target operasional yang besar, pemerintah perlu memastikan bahwa kesiapan bangunan, ketersediaan barang, kendaraan distribusi, dan tenaga pengelola berjalan seimbang. Pengunduran diri 159 manajer menjadi salah satu persoalan yang perlu ditindaklanjuti agar tidak mengganggu persiapan program, sementara transparansi penggunaan anggaran dan evaluasi pembinaan tetap diperlukan untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaannya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.