Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat terus memperkuat program pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif berbasis ketahanan pangan. Salah satunya diwujudkan melalui pelepasan bibit ikan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Padang Panjang, Senin (4/5).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri, didampingi jajaran rutan dan sejumlah pejabat daerah.
Pelepasan bibit ikan dilakukan di area kolam pembinaan Rutan Padang Panjang yang nantinya akan dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan.
Wali Kota Hendri Arnis mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembinaan mental dan peningkatan kemampuan warga binaan.
Menurutnya, warga binaan harus memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Jadikan masa ini sebagai awal perubahan. Ketika keluar nanti harus memiliki keterampilan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Rutan Padang Panjang yang terus menghadirkan berbagai program pembinaan produktif bagi warga binaan.
Program seperti budidaya ikan dinilai mampu membangun rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kerja bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pemasyarakatan dalam mendukung proses pembinaan yang lebih optimal.
Ia menyebut, program pembinaan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga membentuk keterampilan dan karakter warga binaan agar siap kembali ke lingkungan sosial.
“Kami ingin mereka keluar dengan kemampuan baru dan memiliki kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat,” katanya.
Selain program ketahanan pangan, pihak pemasyarakatan juga terus mengembangkan pembinaan keagamaan dan keterampilan lainnya sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi warga binaan.(eti)

