Jakarta, Semangatnews.com – Komitmen memperkuat kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui inovasi teknologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini menghadirkan perangkat pintar bernama Food Guard yang mampu mendeteksi gas pembusukan pada makanan di dalam ompreng menggunakan teknologi multi-sensor dan kecerdasan buatan.
Perangkat tersebut diperkenalkan langsung oleh Kepala BRIN Arif Satria saat memaparkan berbagai hasil riset kepada Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan. Food Guard menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat.
Arif menjelaskan bahwa sensor akan mengenali perubahan gas yang muncul ketika makanan mulai mengalami pembusukan. Informasi tersebut kemudian diolah menggunakan model AI sehingga kondisi makanan dapat dipantau secara lebih akurat.
Teknologi ini dirancang untuk mengurangi risiko makanan tidak layak konsumsi sampai ke tangan penerima manfaat. Dengan adanya sistem deteksi dini, proses pengawasan kualitas makanan dapat dilakukan sebelum makanan dibagikan.
BRIN menilai bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG. Karena itu, inovasi tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada proses distribusi dan pengawasan kualitas.
Selain Food Guard, BRIN juga mengembangkan berbagai inovasi lain yang mendukung rantai pelaksanaan MBG, mulai dari mesin pengolahan pangan, teknologi kemasan, sistem deteksi halal, hingga pemantauan distribusi berbasis AI.
Pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan mampu membuat proses pengawasan menjadi lebih cepat dibandingkan pemeriksaan secara manual. Teknologi ini juga berpotensi membantu petugas mengambil keputusan lebih dini apabila ditemukan indikasi penurunan kualitas makanan.
Dalam kesempatan yang sama, BRIN turut memperlihatkan sejumlah hasil riset lain yang berkaitan dengan pembangunan nasional, termasuk inovasi di sektor kelautan, energi, dan teknologi pengolahan hasil perikanan. Seluruh inovasi tersebut diarahkan agar mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemerintah mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung berbagai program prioritas. Sinergi antara riset dan kebijakan menjadi salah satu langkah mempercepat pemanfaatan teknologi karya anak bangsa.
Pengembangan Food Guard juga menunjukkan bahwa Indonesia semakin serius memanfaatkan AI dalam berbagai sektor strategis, termasuk pengawasan keamanan pangan. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.
Dengan hadirnya perangkat pendeteksi pembusukan berbasis AI, BRIN berharap kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis dapat terus terjaga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem distribusi pangan yang lebih aman, modern, dan berbasis teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.(*)

