Tema dan Materi MPLS SD, SMP, SMA, SMK 2021/2022: Kewirausahaan

by -

SEMANGATNEWS.COM – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilakukan secara online. Untuk itu, Bapak/Ibu guru membutuhkan materi pengajaran. Materi tersebut dibagikan kepada peserta didik dan dijadikan sebagai pedoman peserta didik selama kegiatan MPLS berlangsung.

Berikut ini diuraikan materi tentang ‘Kewirausahaan’ yang dapat digunakan Bapak/Ibu guru/pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru 2021/2022. Tema dan Materi ini bisa digunakan untuk satuan pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.

Bapak/Ibu guru/pemateri dapat menjadikan materi ini sebagai bahan untuk dibagikan kepada peserta didik. Selain itu, materi juga bisa dibuatkan dalam bentuk power point atau video pembelajaran sesuai kreativitas Bapak/Ibu guru.

Materi ini juga dapat dijadikan sebagai pedoman dan bahan pembelajaran oleh peserta didik saat mengikuti MPLS di masa pandemi.

Nah, simaklah rangkuman materi dengan Tema ‘Kewirausahaan’ berikut!

Sejarah Penamaan Kewirausahaan

Konsep entrepreneurship mulai diperkenalkan pada abad ke-18 di Prancis oleh Richard Cantillon. Pada periode yang sama di Inggris juga sedang terjadi revolusi industri yang melibatkan sejumlah entrepreneur. Kemudian, gagasan tersebut dibahas secara lebih mendalam oleh Joseph Schumpeter, seorang ahli ekonomi Jerman, pada tahun 1911. Melalui teori pertumbuhan ekonomi dari Schumpeter konsep entrepreneurship telah didudukkan pada posisi yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Pengertian entrepreneurship itu sendiri berkembang sejalan dengan evolusi pemikiran para ahli ekonomi di dunia barat, kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk ke Indonesia. Di negara kita sendiri konsep entrepreneurship tersebut dialihbahasakan sebagai kewiraswastaan atau kewirausahaan.

Sampai dengan tahun 1950-an telah terdapat sejumlah definisi dan referensi entrepreneur serta kebanyakan merupakan buah pikiran yang disumbangkan oleh para ahli ekonomi. Sebagai contoh, Cantillon (1725), Jean Baptiste Say (1803) ahli ekonomi Prancis yang termasyur pada saat itu, Josep Schumpeter (1934) ahli ekonomi yang genius pada abad ke-20. Mereka semua telah menulis tentang entrepreneurship dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi.

Dari sejumlah definisi yang dikemukakan oleh para ahli baik dalam maupun luar negeri diketahui bahwa terdapat banyak keragaman definisi yang terjadi. Hal ini sangat mungkin karena konsep kewirausahaan itu sendiri merupakan konsep ilmu sosial yang bersifat dinamis dan akan selalu mengalami perubahan seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh perkembangan ilmu itu sendiri. Sejumlah definisi yang telah disumbangkan oleh para ahli tersebut merupakan landasan bagi pengembangan studi lebih lanjut.

Semua ahli tersebut menggambarkan bahwa kewirausahaan selalu mengandung unsur atau seperangkat ciri-ciri positif tertentu yang tercermin dari seorang wiraswasta, seperti inovatif, kreatif, produktif dan semacamnya. Garis besarnya, kemampuan seorang wirausaha untuk mewujudkan suatu “gagasan” dalam usahanya menjadi sesuatu yang “nyata”. Semangat dan karyanya dalam mewujudkan suatu ide menjadi sesuatu yang dapat dikerjakan, dijual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak merupakan jiwa dari seorang wirausaha.

Di Indonesia, istilah kewirausahaan mulai dikenal masyarakat secara umum sejak Suparman Sumahamidjaya mempopulerkan istilah wiraswasta. Sejak saat itu mulailah istilah wiraswasta dimuat di berbagai media masa, seperti surat kabar, majalah, dalam siaran radio, dan televisi, bahkan pada perkembangan selanjutnya berbagai ceramah dan seminar serta kursus-kursus, ceramah dan seminar, serta kursus-kursus diselenggarakan untuk merangsang minat dan perhatian masyarakat terhadap pengembangan kewirausahaan di tanah air.

Pengertian Kewirausahaan

Istilah kewirausahaan berasal dari kata wirausaha atau wiraswasta. Secara etimologis istilah wiraswasta berasal dari kata wira dan swasta. Wira, artinya berani, utama, gagah, luhur, teladan, perkasa, atau pejuang. Swasta adalah paduan dari kata swa dan sta. Swa, artinya sendiri dan sta, artinya berdiri.

Wiraswasta adalah keberanian, keutamaan, serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. wiraswasta/wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani, dan pantas menjadi teladan dalam bidang usaha.

Dengan kata lain wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewirausahaan, yaitu keberanian mengambil risiko, keutamaan, kreativitas, dan keteladanan dalam menangani usaha atau perusahaan dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri.

Dengan demikian, kewirausahaan berkaitan dengan seorang yang memiliki sikap mental wirausaha.

Sifat dan Ciri-ciri Kewirausahaan

Seorang wirausahawan yang sukses dalam hidupnya, memiliki sikap-sikap mental wirausaha. Adapun sifat tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

– Berani Mengambil Risiko dengan Penuh Perhitungan

Seorang wirausaha yang berhasil dalam usahanya bukanlah seorang penjudi yang sukses karena unsur keberuntungan. Ketika seorang wirausaha memutuskan untuk terjun dalam suatu usaha, mereka menangani usaha pada pekerjaannya tersebut dengan penuh perhitungan dan hati-hati. Setiap aspek bisnis selalu berhadapan dengan risiko kegagalan, namun ia harus berani memulai, dengan perhitungan yang cermat karena kesuksesan tidak akan pernah tercipta jika usaha tidak pernah dimulai.

Dalam melakukan suatu usaha banyak faktor yang diperhitungkan. Baik faktor-faktor yang sifatnya mendorong keberhasilan maupun sebaliknya faktor-faktor yang menyebabkan risiko kegagalan. Dengan perhitungan yang cermat, seorang wirausaha harus mampu menganalisis faktor-faktor tersebut serta melihat kemungkinan bagaimana caranya ia bisa memperbesar peranan faktor pendorong dan meminimalisasi peranan faktor penyebab kegagalan.

– Memiliki komitmen dan berkemauan keras

Komitmen terhadap usaha dan kemauan yang keras untuk mencapai sasaran merupakan aspek yang paling pokok dari seorang wirausaha. Dengan memiliki karakteristik tersebut seorang wirausaha akan mengabdikan dirinya secara total terhadap usaha yang ditanganinya. Oleh karena 2 sifat ini jugalah, seorang wirausaha bisa mengatasi berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi yang dalam pandangan umum hampir tidak mungkin bisa dilakukan.

Dalam pendirian usaha baru atau untuk pengembangan usaha yang sudah ada seiring para penanam modal (investor) menguji terlebih dahulu, sampai sejauh mana komitmen wirausaha yang bersangkutan. Dalam hal ini mencakup, misalnya kesediaannya untuk menjaminkan harta benda termasuk rumah yang ditempatinya. Seorang wirausaha harus siap mengorbankan waktu istirahatnya, menyita waktu untuk keluarganya.

– Memiliki kejujuran dan dapat dipercaya

Integritas merupakan modal penting dalam rangka membangun dan mempertahankan kepercayaan semua klien. Agar seseorang memperoleh kepercayaan dari orang lain dalam berusaha maka ia harus memiliki sifat jujur dan bertanggung jawab. Banyak orang mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan bisnis hanya karena tidak memiliki sifat jujur.

– Kreatif

Ciri-ciri orang yang kreatif sebagai berikut.

1. Cerdas, tetapi tidak berarti brilliant. Kreativitas tidak berhubungan langsung dengan inteligensi yang tinggi.
2. Mampu menghasilkan gagasan-gagasan yang cemerlang dalam waktu yang relatif singkat.
3. Memiliki imaji yang positif tentang dirinya. Mereka tampil utuh, seperti siapa dirinya.
4. Memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekelilingnya dan perasaan orang-orang fleksibel.
5. Lebih memperhatikan makna dan implikasi tentang suatu masalah ketimbang hal-hal yang detail dari masalah tersebut.

– Percaya diri

Manusia wirausaha memiliki keyakinan yang kuat atas kekuatan yang ada pada dirinya. Manusia lahir dan dianugrahi kekuatan oleh Sang Pencipta agar manusia dapat hidup dan mengelola alam ini secara bijaksana. Walaupun seorang wirausaha sering dihadapkan pada sejumlah rintangan yang sangat sulit, namun keyakinan akan kemampuan yang ada pada dirinya tidak pernah memudar dan itu pula yang sering mendorong dia untuk melakukan upaya-upaya kreativitasnya.

– Tidak tergantung pada pihak lain

Manusia wirausaha tidak suka bergantung kepada pihak lain di alam sekitarnya. Dalam setiap usaha memajukan kehidupan diri serta keluarganya, manusia wirausaha tidak suka hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di dalam masyarakat. Bahkan manusia wirausaha juga tidak suka tergantung pada alam (misalnya cuaca dan kondisi alam). Manusia wirausaha tidak mudah menyerah pada alam. Justru manusia wirausaha selalu berupaya untuk bertahan dari tekanan alam dan bahkan jika perlu, berusaha untuk menundukkan alam.

– Kemampuan bekerja sama dalam satu tim

Keberhasilan seorang wirausaha dalam melibatkan diri dan membentuk suatu tim yang tangguh, tidak terlepas dari kesediaannya untuk memahami kelemahan orang lain dan berupaya mengarahkan orientasinya pada pencapaian tujuan kelompok dalam menyelesaikan suatu masalah.

– Berwawasan jauh ke depan

Investasi yang dilakukan oleh seorang wirausaha dapat dipandang sebagai suatu pengorbanan, yaitu mengorbankan sejumlah konsumsi pada saat ini untuk memperoleh jumlah konsumsi yang lebih banyak pada waktu yang akan datang. Dengan demikian, sangatlah masuk akal jika seorang wirausaha memiliki sikap hidup yang berorientasi pada keadaan jangka panjang yang lebih baik, tidak untuk mengejar kesenangan jangka pendek.

Keberhasilan para wirausaha sangat banyak tergantung pada kemampuannya mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan dan mengembangkan pokok-pokok strategi yang akan ditempuh oleh perusahaannya sesuai dengan antisipasi keadaan masa depan tersebut.

– Memiliki Kemampuan Manjerial dan Kepemimpinan

Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil, baik yang memimpin sedikit ataupun banyak karyawan. Dilihat dari hakikat pekerjaannya seorang wirausaha adalah seorang manajer dan sekaligus pemimpin. Mereka harus mencari peluang-peluang, memulai proyek-proyek, mengumpulkan dan mengelola sumber-sumber daya yang dibutuhkan termasuk sumber daya manusia, menentukan tujuan-tujuan untuk organisasi, membimbing, dan memimpin mereka untuk mencapai sasaran organisasi.

Peran dan Fungsi Kewirausahaan

Terdapat sejumlah peran dan fungsi kewirausahaan, antara lain sebagai berikut.

1. Peran dan fungsi selaku inovator
– Menganalisis peluang. Dalam melakukan inovasi yang bertujuan dan sistematis, seorang wirausaha memulainya dengan menganalisis peluang.
– Konseptual dan perseptual. Karena inovasi bersifat konseptual dan perceptual maka seorang wirausaha

2. Peran dan fungsi selaku penanggung risiko
Para wirausaha berperan sebagai pengambil risiko yang realistik, yaitu suatu situasi yang berisiko dan menantang, tetapi dapat dicapai. Mereka mendapatkan kepuasan besar dalam melaksanakan tugas- tugas yang sukar dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Dalam peran selaku penanggung risiko juga mengandung pengertian bahwa seorang wirausaha waktu mengambil keputusan, harus siap menanggung risiko jika dampak dari keputusan yang diambilnya itu tidak sesuai dengan harapan.

3. Peran dan fungsi selaku pemimpin
Selaku pemimpin, seorang wirausaha memiliki peran sebagai berikut.
– Menjelaskan hasil apa yang dituntut.
– Memastikan bahwa setiap orang memahami perannya.
– Memahami bagaimana kesesuaian setiap tugas tertentu dalam organisasi dan tujuan-tujuannya.
– Merencanakan bagaimana tugas itu harus dilaksanakan.
– Menentukan sumber daya yang dibutuhkan.
– Mengalokasikan setiap sumber daya yang sesuai.
– Memastikan bahwa proses dan struktur organisasi sesuai dengan tugas tersebut.
– Memantau kemajuan pelaksanaan tugas.
– Menilai hasil dan meninjau kembali proses secara keseluruhan.

4. Peran dan fungsi selaku pengambil keputusan
Setiap wirausahawan harus melakukan peran sebagai pengambil keputusan dalam situasi pekerjaan yang bagaimanapun. Dan dari sinilah masa depan usaha dan organisasi akan ditentukan.

5. Peran dan fungsi selaku penghubung
Salah satu aspek lainnya yang harus dimainkan oleh seorang wirausaha adalah melaksanakan peran sebagai penghubung. Peran penghubung ini bisa berupa melakukan hubungan dengan orang-orang yang di perusahaan/organisasi tempat ia bekerja maupun dengan orang atau pihak lain yang berada di luar organisasi.

Nah, demikianlah materi Kewirausahaan untuk MPLS tahun ajaran 2021/2022. Untuk mengunduh materi dalam bentuk file Doc-nya, silakan klik link dibawah ini:

Link Download Doc:MATERI MPLS KEWIRAUSAHAAN

Sumber: kherysuryawan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.