Jakarta, Semangatnews.com – Bursa saham Indonesia mengawali September dengan momentum positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,39 persen ke level 6.625,39 pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, melanjutkan reli yang terjadi sehari sebelumnya.
Kenaikan tersebut membawa IHSG melewati level 6.600 yang menjadi salah satu level psikologis penting bagi pasar. Pada perdagangan Selasa, indeks ditutup di posisi 6.599,94 setelah mencatat kenaikan cukup signifikan sebesar 1,14 persen.
Penguatan pada awal perdagangan juga terlihat dari jumlah saham yang bergerak positif. Ratusan saham berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya masih stagnan sehingga pergerakan pasar belum sepenuhnya seragam.
Sejumlah sektor menjadi penopang kenaikan indeks. Data awal perdagangan menunjukkan sektor teknologi menguat paling tinggi, disusul sektor keuangan dan kesehatan yang juga mencatat pertumbuhan.
Dari sisi saham, beberapa emiten mencatat lonjakan harga yang cukup besar. Bank Sinarmas atau BSIM, misalnya, berada di antara saham dengan kenaikan tertinggi pada awal perdagangan dan sempat menyentuh batas atas pergerakan harga harian.
Penguatan IHSG terjadi ketika kondisi pasar global justru masih dibayangi ketidakpastian. Investor harus menghadapi perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran yang dapat berdampak terhadap harga energi serta prospek perekonomian global.
Harga minyak dunia menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya produksi dan transportasi sekaligus memberikan tekanan baru terhadap inflasi, sehingga dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter.
Tekanan eksternal juga terlihat dari pergerakan rupiah. Mata uang Indonesia berada di kisaran Rp17.760 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meski demikian, IHSG masih mendapatkan dukungan dari sentimen domestik dan aksi beli di sejumlah saham. Kondisi tersebut membuat indeks mampu bergerak positif meskipun bursa saham global menghadapi tekanan.
Perhatian berikutnya tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan level 6.600. Jika indeks mampu bertahan dan melanjutkan penguatan, pasar dapat melihat adanya peluang untuk menguji level yang lebih tinggi. Sebaliknya, tekanan jual dapat kembali muncul apabila sentimen global memburuk.
Dengan demikian, perdagangan hari ini menjadi ujian penting bagi IHSG setelah kenaikan tajam pada awal pekan. Investor diperkirakan akan terus mencermati kombinasi antara kekuatan pasar domestik dan perkembangan geopolitik global sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.(*)

