Jakarta, Semangatnews.com – Film animasi Indonesia Jumbo kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Kali ini, film tersebut berhasil menembus pasar Korea Selatan dengan capaian penonton yang cukup signifikan.
Berdasarkan data dari Dewan Perfilman Korea, Jumbo berhasil mengumpulkan 52.546 penonton dalam 30 hari penayangannya di bioskop Korea Selatan. Angka ini menjadi pencapaian penting bagi film Indonesia di pasar luar negeri.
Meski tidak sebesar capaian di dalam negeri, performa ini tetap dianggap membanggakan. Pasalnya, industri film Korea Selatan dikenal memiliki persaingan yang sangat ketat dengan dominasi produksi lokal dan Hollywood.
Jumbo sendiri pertama kali tayang di Korea Selatan pada Februari 2026. Sejak awal penayangan, film ini langsung mencuri perhatian dan sempat masuk dalam jajaran 10 besar box office harian.
Pada hari perdananya, Jumbo bahkan berhasil menempati posisi keenam box office Korea Selatan. Capaian tersebut menunjukkan adanya minat penonton terhadap karya animasi dari Indonesia.
Selama masa penayangan, film ini juga beberapa kali mempertahankan posisinya di daftar film populer. Hal ini menandakan konsistensi minat penonton meski menghadapi persaingan berat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas cerita dan produksi yang ditawarkan. Jumbo menghadirkan kisah petualangan penuh emosi yang dapat diterima oleh penonton lintas budaya.
Sebelumnya, film ini telah mencetak rekor sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa di dalam negeri. Keberhasilan domestik tersebut menjadi modal kuat untuk ekspansi ke pasar global.
Ekspansi ke Korea Selatan menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan animasi Indonesia ke pasar internasional. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu pusat industri hiburan terbesar di Asia.
Meski jumlah penonton masih tergolong terbatas dibanding film lokal Korea, pencapaian ini tetap menjadi tonggak penting. Industri animasi Indonesia dinilai mulai menunjukkan daya saing global.
Ke depan, keberhasilan Jumbo di Korea Selatan diharapkan membuka jalan bagi film Indonesia lainnya untuk menembus pasar internasional yang lebih luas.(*)

