Tentang Kampanye Tidak Membaca & Menonton Berita Produk Pers: Catatan Ilham Bintang

oleh -

Tentang Kampanye Tidak Membaca & Menonton Berita Produk Pers: Catatan Ilham Bintang

Presiden Jokowi mulai realistis. Minggu (25/7) malam, saat mengumumkan perpanjangan Penetapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tidak menggunakan kata ” terkendali” lebih- lebih kata ” sukses” yang bisa menyesatkan masyarakat. Seperti yang pernah digunakan Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Panjaitan. Sedangkan kata ” sukses” untuk PPKM Darurat, yang muncul tiba-tiba justru ketika kasus positif naik membubung, ditulis oleh seorang wartawan, eh maaf, mungkin relawan — saya lupa.

Baca Juga:  Naposo PSBI Sumbar Optimis Masyarakat Indonesia Sehat dan Pandemi Usai

// Ayo bersatu //

Semalam, Presiden Jokowi hanya mengatakan mulai ada perbaikan ( PPKM) di berbagai wilayah, tanpa merincinya. Tampaknya, seturut dengan isi media Beritasatu.com, yang dishare sejawat Primus Dorimulu, pemimpin redaksi media itu, dua jam sebelum pengumuman. Media milik taipan James Ryadi tersebut memberitakan penambahan kasus harian (25/7) sebanyak 38.679 menjadi (total) 3.166.505.

Baca Juga:  Tim Pengabdian Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA Berikan Edukasi dan Pelatihan Mengenai Buku Cerita Anak Bergambar

Terjadi penurunan dibandingkan sehari sebelumnya — namun jumlah tes memang berkurang dibandingkan hari sebelumnya, hanya 124.139. ( Sehari sebelumnya 270 ribuan). Membuat positivity rate naik menjadi 31,16%. Sedangkan kasus kematian hari itu sebanyak 1.266 jiwa.

Ajakan Presiden Jokowi agar seluruh komponen masyarakat bersatu melawan pandemi virus Covid19, patut kita sambut. Apalagi, secara bersamaan pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
Kita tinggal mengawal segala jenis bantuan selamat sampai di tangan yang berhak. Kontrol itu, salah satu tugas pers untuk membantu pemerintah.
Ulasan ini cukup sampai di sini dulu.

No More Posts Available.

No more pages to load.