TERBARU, Bursa Efek Indonesia Menetapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus, Ada Tiga Saham yang Baru Masuk

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Bursa Efek Indonesia baru saja mengumumkan daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus dalam pengumuman No. Peng-00206/BEI.POP/07-2021.

Menunjuk Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus dan dalam rangka memberikan perlindungan kepada Investor terkait informasi fundamental dan/atau likuiditas Perusahaan Tercatat, dengan ini Bursa menetapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus berlaku efektif pada tanggal 21 Juli 2021.

Pengumuman ini di tetapkan pada hari Jumat, 19 juli 2021 yang di tanda tangani oleh Irvan Susandy sebagai Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, serta Saptono Adi Junarso sebagai Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat.

Terdapat 11 Kriteria Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus yaitu:

Baca Juga:  Rekomendasi Saham Batu Bara : Harga Batu Bara Semakin Membara, Berikut Prediksi Saham Batu Bara Agar Cuan Banyak

1. Harga rata-rata saham selama 6 (enam) bulan terakhir di Pasar Reguler kurang dari
Rp51,00 (lima puluh satu rupiah).

2. Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat
(disclaimer).

3. Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan
Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan
laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

Baca Juga:  Direktur NDC Unand;BUMNag Berperan Selamatkan Perekonomian Nagari Akibat Covid-19

4. a. Untuk Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan
mineral dan batubara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun
belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi
pada akhir tahun buku ke-4 (keempat) sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh
pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).
b. Untuk Perusahaan Tercatat yang merupakan induk perusahaan yang memiliki
Perusahaan Terkendali yang bergerak di bidang mineral dan batubara yang telah
melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan
atau yang belum memulai tahapan operasi produksi pada akhir tahun buku ke-4
(keempat) sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan
usaha utama (core business).

No More Posts Available.

No more pages to load.