Terowongan Bawah Tanah Israel Picu Ancaman Runtuhnya Masjid Al-Aqsa

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Peringatan keras datang dari pejabat Yerusalem terkait aktivitas penggalian bawah tanah yang dilakukan oleh Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. Pengerjaan terowongan yang dinilai tidak melalui kajian ilmiah itu dikhawatirkan bisa menggoyahkan struktur fondasi bangunan bersejarah tersebut.

Menurut keterangan dari penasihat Kantor Gubernur Yerusalem, penggalian tersebut bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan telah memasuki wilayah yang tak semestinya: bawah Masjid Al-Aqsa dan area Kota Tua Yerusalem. Ada klaim bahwa terowongan tersebut menghubungkan beberapa situs kuno dan lokasi strategis yang selama ini dianggap sensitif.

“Kami memperingatkan agar penggalian lama maupun baru yang berada di bawah Masjid Al-Aqsa segera dihentikan,” ujar pejabat tersebut. Ia menambahkan bahwa aktivitas itu bisa menyebabkan kerusakan pada sejumlah landmark Palestina, termasuk rumah-rumah tua, sekolah kuno, hingga struktur bawah tanah yang menopang masjid.

Kritikus menyoroti bahwa proyek ini hampir dipastikan melanggar status quo di area Yerusalem Timur. Peninjauan ilmiah disebut minim atau bahkan tidak ada sama sekali, yang menurut pengamat memperburuk risiko keruntuhan struktural. Tanah di bawah kompleks masjid disebut sebagai bagian yang paling rentan.

Dari perspektif Israel, penggalian tersebut dipandang sebagai bagian dari pembangunan jaringan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Namun dari sisi Palestina dan pihak yang memantau situs-situs bersejarah, langkah itu dipandang sebagai bentuk provokasi yang bisa memicu kontestasi baru—baik di tingkat lokal maupun internasional.

Saat ini, para ahli teknik dan konservasi warisan budaya dunia memantau kondisi di Masjid Al-Aqsa dan kawasan sekitarnya. Mereka mencatat bahwa struktur masjid yang telah berabad-abad berdiri di atas platform buatan manusia, dengan banyak komponen yang sensitif terhadap perubahan bawah tanah, membuat tindakan penggalian menjadi jauh lebih berisiko.

Di sisi diplomasi, insiden ini meningkatkan ketegangan antara Israel dan otoritas Palestina. Pernyataan resmi dari Yerusalem mencakup desakan agar pihak Israel menghentikan proyek penggalian tersebut dan membuka dialog dengan pihak Palestina serta lembaga internasional yang terkait dengan warisan budaya.

Publik internasional yang selama ini mengikuti perkembangan konflik Israel-Palestina juga menunjukkan kekhawatiran. Lembaga-lembaga internasional yang menangani situs warisan budaya menyerukan agar seluruh pekerjaan bawah tanah di area kompleks Masjid Al-Aqsa diaudit secara transparan dan independen.

Bagi umat Muslim dan warga Palestina khususnya, ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa bukan hanya persoalan teknik dan konservasi, tetapi juga identitas dan hak atas tempat suci. Risiko keruntuhan struktur bisa berdampak simbolis dan emosional yang sangat besar bagi komunitas tersebut.

Kini, sorotan tertuju kepada bagaimana pemerintah Israel merespons tekanan tersebut. Apakah penggalian akan dihentikan atau justru dilanjutkan dengan risiko meningkatnya konflik? Dunia menunggu apakah akan ada kajian independen dan tindakan pencegahan sebelum kerusakan besar terjadi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.