Jakarta, Semangatnews.com – Laporan mengejutkan muncul dari media internasional yang menyebut Amerika Serikat dan Israel sempat mempertimbangkan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai sosok pengganti Ayatollah Ali Khamenei di tengah krisis kepemimpinan Iran. Informasi tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional.
Wacana itu disebut muncul setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada awal 2026 yang dikabarkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Situasi tersebut membuat berbagai skenario suksesi kepemimpinan mulai dibahas secara intensif.
Dalam laporan media internasional, Ahmadinejad disebut sempat dipertimbangkan sebagai figur transisi karena hubungannya yang mulai renggang dengan elite ulama Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Meski dikenal sebagai tokoh garis keras anti-Barat, sebagian pihak menilai Ahmadinejad memiliki basis dukungan populis yang masih cukup kuat di Iran. Hal itu dianggap dapat membantu menjaga stabilitas politik pasca-konflik besar.
Namun rencana tersebut disebut memicu perdebatan di internal AS dan Israel sendiri. Sejumlah pejabat intelijen Israel dikabarkan menolak gagasan itu karena Ahmadinejad memiliki rekam jejak konfrontatif terhadap Israel selama menjabat presiden Iran.
Ahmadinejad sendiri pernah menjadi sorotan dunia karena pernyataannya yang kontroversial terkait Israel dan program nuklir Iran. Ia menjabat Presiden Iran selama dua periode pada 2005 hingga 2013.
Di tengah rumor tersebut, Iran justru akhirnya memilih Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru melalui Majelis Pakar Iran.
Penunjukan Mojtaba dianggap memperkuat dominasi kelompok konservatif dan Garda Revolusi Iran dalam pemerintahan Tehran. Langkah itu juga dinilai menunjukkan Iran ingin mempertahankan garis politik keras terhadap Barat.
Sementara itu, Ahmadinejad dilaporkan selamat dari sejumlah serangan selama konflik Iran dengan AS dan Israel berlangsung. Meski demikian, pengaruh politiknya disebut tidak lagi sebesar satu dekade lalu.
Pengamat internasional menilai bocornya informasi mengenai skenario pergantian kepemimpinan Iran menunjukkan betapa seriusnya upaya AS dan Israel memengaruhi arah politik Tehran pasca-konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS maupun Israel terkait laporan tersebut. Namun isu mengenai siapa sosok yang sempat dipersiapkan menggantikan Khamenei terus menjadi perbincangan hangat di dunia internasional.(*)

