Semangatnews Payakumbuh – Setelah diumumkannya salah seorang warga payakumbuh berinisial H. E-M (59) Positif terinfeksi Covid-19 yang disiarkan oleh Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang juga ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Payakumbuh Jum’at 24 April 2020, sontak membuat masyarakat resah. Sebab, terinfeksinya H. E-M merupakan pasien pertama positif Covid-19 dari Kota Payakumbuh. Berbagai komentarpun ditulis masyarakat di laman akun media sosial mereka.
Namun, keresahan masyarakat Payakumbuh, berbanding terbalik dengan warga Komplek Perumahan Mutiara Karim, RT 02 RW 02, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Meskipun agak sepi dari biasa, salah satu jalan menuju rumah H. E-M sengaja di blokade. Sehingga masyarakat sekitaran rumah korban yang tampak beraktofitas seperi biasa masuk melalui pintu utama. Selain itu, dengan memperhatikan jarak fisik, masyarakat setempat selalu menggunakan masker dan selalu mencuci tangan sesuai imbauan pemerintah.
“Pintu masuk komplek kami, ditutup oleh aparatur kelurahan bersama RT. Tapi kami disini tidak panik. Warga yang keluar-masuk dijaga ketat, cuma diprioritaskan bagi warga komplek ini saja, “ujar Chelsy Nova, 28 tahun, seorang warga setempat.
Chelsy menyebut, warga juga tidak mengucilkan keluarga H.E-M, yang kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Malahan, warga sekitar berinisiatif gotong-royong mengantarkan makanan, untuk sahur dan berbuka puasa.
Pemberian makanan dilakukan dengan cara menggantungkan makanan di pagar rumah keluarga pasien, kemudian menelepon orang yang berada di dalam rumah. Saat ini, tiga anak pasien diisolasi, setelah sehari sebelumnya dilakukan rapid test.
“Aksi ini, cuma sebagai bentuk kepedulian sosial kami tetangga, sembari memberi dukungan serta support, agar mereka tetap semangat. Mudah-mudahan segera diberi kesembuhan, “lanjut Chelsy.
Sebagian besar, penghuni komplek perumahan Mutiara, di kawasan Ngalau Indah itu merupakan PNS yang bekerja di Pemko Payakumbuh dan Pemkab Kabupaten Limapuluh Kota. Tapi banyak pula pekerja swasta hingga pedagang.
Hingga saat ini, H.E-M yang sehari – hari berjualan sarana olahraga di pusat pasar Payakumbuh masih menjalani perawatan di RSUD Ahmad Muchtar Bukitinggi.(Arya)
