Jakarta, Semangatnews.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan keberadaan tiga Warga Negara Indonesia yang saat ini terjebak di Pulau Socotra, Yaman. Ketiganya tidak dapat meninggalkan pulau tersebut akibat gangguan akses transportasi udara yang dipicu eskalasi konflik di wilayah Yaman.
Pulau Socotra dikenal sebagai destinasi wisata alam yang terpencil dan eksotis. Namun situasi keamanan di kawasan sekitarnya membuat aktivitas penerbangan keluar-masuk pulau tersebut sempat dihentikan, sehingga para wisatawan asing termasuk WNI tertahan lebih lama dari rencana awal.
Kemlu menjelaskan bahwa ketiga WNI tersebut berada di Socotra dalam rangka perjalanan wisata. Mereka masuk ke pulau tersebut melalui operator perjalanan internasional sebelum situasi keamanan memburuk dan berdampak pada jalur penerbangan.
Penutupan sementara wilayah udara Yaman menjadi faktor utama yang menyebabkan keterlambatan kepulangan. Kondisi tersebut membuat sejumlah wisatawan asing tidak memiliki pilihan transportasi untuk meninggalkan pulau dalam waktu dekat.
Meski demikian, Kemlu memastikan bahwa kondisi ketiga WNI dalam keadaan sehat dan aman. Komunikasi rutin terus dilakukan untuk memantau situasi mereka, termasuk kebutuhan logistik dan kesehatan selama berada di pulau tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di kawasan Timur Tengah terus melakukan koordinasi intensif. Sejumlah kedutaan besar Indonesia di negara sekitar turut dilibatkan untuk mencari solusi pemulangan yang paling aman.
Kemlu juga berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak maskapai penerbangan guna memantau pembukaan kembali jalur transportasi udara. Begitu penerbangan dinyatakan aman dan tersedia, proses pemulangan akan segera diupayakan.
Pulau Socotra sendiri relatif jauh dari pusat konflik bersenjata di daratan Yaman. Namun dampak konflik regional tetap berpengaruh terhadap akses transportasi dan mobilitas warga asing di kawasan tersebut.
Kemlu menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban langsung konflik di Yaman. Pemerintah terus memprioritaskan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi geografis Socotra yang terbatas dalam hal fasilitas dan akses. Pemerintah berupaya memastikan para WNI tetap berada dalam kondisi aman hingga dapat dievakuasi.
Kemlu juga kembali mengimbau WNI yang berada di wilayah rawan konflik untuk selalu mengikuti perkembangan situasi keamanan. WNI diminta mematuhi arahan otoritas setempat dan melaporkan keberadaannya kepada perwakilan RI terdekat.
Pemerintah memastikan proses pendampingan terhadap tiga WNI di Pulau Socotra akan terus dilakukan. Upaya diplomatik dan koordinasi lintas negara akan dilanjutkan hingga ketiganya berhasil kembali ke tempat yang aman.(*)
