Tragedi Wamena, Surat Terbuka untuk Gubernur Papua

oleh -

Tragedi Wamena, Surat Terbuka untuk Gubernur Papua

Pengantar: Tragedi Wamena sepekan ini telah menimbulkan banyak reaksi. Prihatin dan rasa duka mendalam terhadap korban puluhan bahkan ratusan nyawa melayang percuma.
Mereka dibacok, dibakar dan dipanah oleh penduduk asli. Rumah dan toko juga dibakar dan dijarah. Salah satu yang menjadi korban adalah warga perantau Minang dan Sulawesi Selatan.

Dari peristiwa ini telah menyontakan rasa senasib sepenanggungan.
Salah satunya adalah dari koordinator perantau minang benua Amerika menulis surat terbuka yang ditujukAnnkepada penguasa Papua yang kami tularkan di bawah ini.Redaksi

Kepada Yth.Bp Lukas Enembe Gubernur Papua dan Bp-Bp bupati, Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT dan seluruh Bp-Bp Kepala Suku di Papua

Dengan hormat,
Teriring salam persahabatan dari semua warga negara Indonesia diseluruh benua Amerika kpd Yth.Bp Lukas Enembe Gubernur Papua dg gelar Sangsoko Sutan Rajo Panglimo Gadang dan seluruh Bupati, Camat, Lurah , Ketua RW , Ketua RT dan para Kepala Suku di Provinsi Papua. INDONESIA.

Kami orang Minang diseluruh benua Amerika merasa sedih dan heran kenapa sesama anak bangsa dibunuh secara kejam dipanah, dikapak dan dibakar, yg pelaku mungkin OPM yg tidak mengerti bahwa *kita semua dari Sabang sampai Merauke adalah bersaudara*.
Kenapa orang Papua membunuh kami orang Minangkabau yg menompang tinggal ditanah sdrnya Papua.

Kami masyarakat Minangkabau dibenua Amerika tidak mencurigai sdr kami orang Papua tapi kami khawatir yg membunuh orang Minangkabau tsb adalah OPM.

Kami yakin tidak seorangpun masyarakat Papua yg tega membunuh sdrnya orang Minangkabau begitu kejam tanpa melihat anak-anak dan wanita semua dibunuh dg kapak dan panah.

*Perintah nenek moyang Minangkabau : kalau hidup dirantau orang: jika menyauk air dibawah-bawah, mematah ranting diujung-ujung*

Artinya: perintah nenek moyang ini wajib dipatuhi dimanapun orang Minang berada.
maka dg demikian….orang Minang diperantauan dilarang untuk sombong apalagi angkuh dan tidak peduli.
justru itu *tidak mungkin orang Minang dibenci oleh penduduk setempat* dan sangat tidak masuk akal kl ada orang Minang yg dibunuh atas dasar kebencian.

Tapi kenyataannya berlainan.

Kl sdr sebangsa kami dari Papua bertanya *kpd seluruh masyarakat dunia dimana orang Minang berada**tidak ada yg sombong tapi malangnya perantau Minang yg ada di Papua dibunuh secara sadis.
Kenyataan bukan memuji diri tapi begitulah adanya,yg wajib patuh kpd perintah nenek moyang Minangkabau yaitu: kl mengambil air disungai harus yg didekat muara agar air sungai itu tidak keruh, kl mematah ranting diujung-ujung agar semua daun pohon tidak hilang agar orang yg datang sesudah itu akan mendapat daun juga.

Kami yakin orang Papua tetap menyayangi sdr sebangsa orang Minangkabau yg merantau di Papua.

Adat Minangkabau melarang merendahkan atau menghina orang lain, sbg contoh memanggil orang dg gelar yg didapat dari sukunya , memanggil orang lain dg perkataan ” kamu ” adalah dilarang.

Ada pemeo Minangkabau *ketek banamo, godang bagola*
Contoh: “hai kamu” tidak ada di Minangkabau yg ada “ya dunsanak/ wahai saudaraku”.
Orang Minangkabau 100% adalah Islam dg ajarannya *semua manusia sama kecuali yg bertaqwa* yg bertaqwa adalah sebuah kepatuhan kpd Tuhan Allah SWT bukan yg membedakan fisik diantara manusia.

Kami semua perantau Minang dibenua Amerika berharap kpd Bp Lukas Enembe dan seluruh pemimpin Papua dan seluruh kepala suku di Papua menghalau penguasa OPM agar tidak bisa membunuh sdrnya masyarakat Indonesia / Minangkabau.

Bukti Minangkabau menghormati Bp Lukas Enembe dg pangkat berjabatan tinggi sbg raja dari segala panglima yaitu
*Sangsako Sutan Rajo Panglimo Gadang*
Semoga semua yg dibunuh akan ditempatkan Allah SWT sbg syahid dan syahidah. Aamiin.

Kpd seluruh masyarakat Papua dimanapun berada.
Yakinlah kami orang Minangkabau tidak pernah dan tidak ada niat sedikitpun untuk mengambil hak masyarakat Papua.

Sesuai dg perintah nenek moyang Seluruh petantau Minang wajib membela sdr sebangsanya dimanapun ia berada.

Sdr kami masyarakat Papua, orang Minang terikat kpd sumpah nenek moyang mereka bahwa *tidak boleh menyusahkan masyarakat dimanapun mereka berada*

Sdrku masyarakat Papua membunuh orang Minang adalah *salah alamat*

Nenek moyang orang Minang memerintahkan kl mengambil air disungai harus dibawah atau didekat muara maksudnya agar tidak keruh shg orang lain yg mengambil air tetap mendapat air jernih.
Ajaran yg lain. orang Minang kl mau mematah ranting pohon maka patahkan diujung ranting supaya orang datang kemudian masih mendapat daun dari pohon itu.

Wahai sdrku seluruh masyarakat Papua , pahamilah.
orang Minang bukan penjajah tapi akan menolong masyarakat Papua untuk mengusir penjajah.

Orang Minang tidak mungkin berkata kotor krn terikat dg ajaran agama dan perintah adat Minangkabau
Oleh itu kalau ada tuduhan miring kpd masyarakat Minang itu pasti fitnah. Terima kasih. Maaf lahir batin.
Salam hormat , Dr. Wazri A. Afifi MBA, MICR, Kordinator Perantau Minang Benua Amerika (Canada, AS, Amerika Tengah dan Amerika Selatan).